Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260120-WA0074.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberi sambutan dalam Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak di The Rinra Hotel, Selasa (20/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Intinya sih...

  • Munafri soroti tantangan layanan kesehatan di Makassar, termasuk angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi masalah.

  • Munafri harap hasil workshop APEC bisa diterapkan di Makassar untuk memperkuat kerja sama pengelolaan kesehatan anak antarnegara.

  • Poltekkes Makassar dorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan anak melalui workshop ini untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kota Makassar menjadi tuan rumah Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang digelar Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Makassar. Kegiatan berlangsung di The Rinra Hotel, 20-22 Januari 2026.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka secara resmi workshop internasional tersebut. Dia menekankan pentingnya kesehatan anak sebagai fondasi masa depan kota. 

Dia menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan anak sebagai generasi masa depan, harus berjalan seiring dengan pembangunan tersebut.

“Kami tidak hanya menginginkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pertumbuhan kesehatan yang kuat bersama seluruh komunitas. Kesehatan anak adalah fondasi utama untuk masa depan kota ini," kata Munafri.

1. Munafri soroti tantangan layanan kesehatan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberi sambutan saat Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak di The Rinra Hotel, Selasa (20/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Makassar memiliki sekitar 1,4 juta penduduk yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Saat ini, layanan kesehatan di kota ini mencakup 47 puskesmas, 35 puskesmas pembantu, 214 klinik, satu rumah sakit umum daerah, dan 52 rumah sakit umum. 

"Dengan jumlah tersebut, tentu tantangan di sektor kesehatan cukup besar. Karena itu, kami sangat senang APEC dan Poltekkes membawa forum penting ini ke Makassar," kata Munafri.

Munafri juga menyoroti angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan meski terjadi penurunan pada dua tahun terakhir. Pada 2025, angka kematian ibu tercatat 13 kasus, turun dari 19 kasus pada 2024, dan kematian bayi turun dari 198 menjadi 185 kasus. 

"Angka ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam akses, kualitas, dan keterjangkauan layanan kesehatan," katanya.

2. Munafri harap hasil workshop bisa diterapkan di Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak di The Rinra Hotel, Selasa (20/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Workshop ini bertujuan untuk berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat kerja sama pengelolaan kesehatan anak antarnegara di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan dihadiri langsung oleh delegasi dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, sementara perwakilan dari Meksiko, Jepang, dan China Taipei mengikuti secara daring.

Munafri berharap Workshop APEC ini dapat memperkuat jejaring kerja sama antarnegara. Dia juga menekankan kegiatan ini harus menjadi langkah nyata dalam peningkatan kesehatan anak dan masyarakat, khususnya di Kota Makassar.

"Kami berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa kami terapkan di Makassar," katanya.

3. Poltekkes Makassar dorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan anak

Direktur Poltekkes Makassar, Rusli, memberi sambutan saat Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak di The Rinra Hotel, Selasa (20/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Direktur Poltekkes Makassar, Rusli, menyatakan workshop ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan. Kegiatan ini ditujukan bagi dokter, perawat, bidan, hingga pembuat kebijakan, dalam rangka memperkuat pengelolaan kesehatan anak.

Menurut Rusli, kesehatan anak merupakan isu krusial yang berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan. Selain itu, kondisi kesehatan anak juga berpengaruh besar terhadap pembangunan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Melalui pertukaran praktik terbaik, diskusi mendalam, dan pemanfaatan teknologi, kami berharap lokakarya ini mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk memperkuat sistem kesehatan primer di masing-masing negara," katanya.

Editorial Team