Makassar, IDN Times - Musim angin barat di wilayah Makassar memasuki fase risiko tinggi. Kondisi ini ditandai dengan hembusan angin kencang, gelombang laut setinggi hingga tiga meter, serta intensitas hujan yang meningkat di kawasan pulau dan pesisir.
Cuaca ekstrem tersebut meningkatkan potensi gangguan keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan dan warga pulau yang bergantung pada transportasi laut. Gelombang tinggi dan angin kencang berisiko menyebabkan kapal terombang-ambing, kerusakan mesin, hingga kecelakaan laut.
Wilayah perairan Makassar menjadi salah satu titik paling rawan saat musim angin barat berlangsung. Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar menggambarkan kondisi ini dengan meningkatnya risiko akibat angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca yang sulit diprediksi di laut.
"Wilayah pulau dan pesisir memiliki kerentanan tinggi saat musim angin barat. Karena itu, negara harus hadir lebih awal," kata Fadli, Kamis (15/1/2026).
