Makassar, IDN Times - Masyarakat di kawasan Grand Eterno, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, menolak lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikelola PT Sarana Utama Synergy (PT SUS). Penolakan tersebut bukan ditujukan pada Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara keseluruhan, melainkan terhadap lokasi pembangunan yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga.
Akbar, perwakilan warga, menggambarkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan dan kesehatan jika PLTSa dibangun di kawasan tersebut. Menurutnya, risiko tersebut dikhawatirkan akan dirasakan dalam jangka panjang oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi.
"Sampai detik ini, dan sampai kapan pun, kami tidak akan menerima PLTSa atau PT SUS hadir dekat kami. Kami cuma menolak lokasinya, Pak Wali," kata Akbar, saat kunjungan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di lokasi tersebut, Jumat (2/1/2026).
