Makassar, IDN Times - Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, terus berlanjut. Warga menilai lokasi proyek tidak tepat karena terlalu dekat dengan kawasan permukiman.
Aspirasi tersebut kembali disampaikan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan (GERAM) PLTSa saat bertemu Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa (19/5/2026). Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan langsung aspirasinya kepada Wali Kota Munafri Arifuddin.
Koordinator GERAM PLTSa, H. Akbar Adhy, menyebut warga hanya meminta pemerintah memindahkan lokasi pembangunan dari kawasan permukiman. Menurut dia, masyarakat tidak menolak program pengelolaan sampah itu, tetapi keberatan jika fasilitas dibangun di tengah lingkungan tempat tinggal warga.
"Pindahkan dari perumahan, kami tidak mau. Kampung kami enak kok. Iya. Saya bilang, kami sudah nyaman di dalamnya, kemudian dipaksakan masuk lokasi ini," kata Akbar saat ditemui wartawan sesuai pertemuan.
