Markas Polda Sulawesi Utara (Sulut). IDN Times/Savi
Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan bahwa saat mabuk, korban membuat keributan hingga membawa pisau badik ke rumah tetangganya yang bernama I Made Sukadana. Korban mengancam tetangganya tersebut akan membongkar kandang ayam.
Karena sudah terganggu, salah satu tetangga menghubungi Polsek Bunaken dan Polresta Manado. Polsek Bunaken langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan Bripka SR dan Bripka WL yang sedang patroli rutin untuk mendatangi lokasi.
“Saat tiba di TKP sekitar pukul 22.50 WITA, Bripka WL dan Bripka SR melihat RL sedang membuat keributan sambil memegang senjata tajam jenis pisau badik atau besi putih. Kemudian saat akan diamankan ke Mako Polsek Bunaken, RL berontak dan melakukan perlawanan serta mengajak berkelahi,” terang Jules.
Kemudian saat petugas hendak turun dari mobil patroli, korban melempar senjata tajamnya ke bawah kendaraan angkutan umum yang terparkir. Ketika menghampiri korban, korban memberontak dan mengajak berkelahi kedua petugas kepolisian tersebut.
“Setelah itu RL kembali sambil berlari ke arah warung tempat minum miras awal, sedangkan Bripka WL dan Bripka SR berjalan ke arah mobil patroli. Namun saat sedang berjalan, Bripka WL melihat RL mengejar keduanya dengan tangan kanan di belakang badan, sehingga keduanya menghindar dengan berlari ke arah atas (dataran yang lebih tinggi),” sambung Jules.
Tak lama, korban kembali ke mobil patroli sambil mengatakan ingin membakar mobil tersebut. Ia kemudian merogoh saku celana untuk mencari korek api. Namun, karena tak menemukan korek api, korban masuk ke mobil dan menginjak-injak pedal gas berkali-kali sambil terus mengatakan akan merusak mobil tersebut.
Melihat hal tersebut, seorang perempuan berusaha merampas kunci mobil patrol dan korban pun turun dari mobil. Kemudian, korban justru mengejar Bripka SR dan Bripka WL. Beberapa warga termasuk istri dan kakek korban berusaha menenangkan korban namun yang korban tetap berteriak mengajak kedua polisi berkelahi.
Akhirnya, istri dan kakek korban berhasil membawa pulang korban ke rumah. Namun saat di rumah, korban mengambil pecahan vas bunga yang terbuat dari keramik dan menghampiri kedua polisi. Korban mengejar Bripka SR hingga menusuk Bripka SR menggunakan pecahan keramik tersebut hingga dirinya terjatuh.
“Setelah Bripka SR terjatuh, lalu Bripka WL memberikan tembakan peringatan dan mengatakan ‘Berhenti’, namun RL tidak mengindahkan imbauan Bripka WL bahkan RL kembali mengejar Bripka WL sambil menusuk menggunakan pecahan keramik, dan karena jaraknya terlalu dekat terpaksa dan kondisi terdesak Bripka WL melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap RL,” tutur Jules.