Iptu Akbar bersimpuh maaf saat melerai warga Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang yang marah soal aktivitas tambang di lokasi setempat / Istimewa
Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono mengungkapkan, peristiwa itu terjadi di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pekan lalu.
Kejadian itu berawal saat dia mendapatkan laporan soal rencana warga yang hendak memasuki area pertambangan untuk menggantikan aktivitas para penambang pasir. Setelah itu, dia memerintahkan Iptu Akbar selaku kapolsek setempat serta jajarannya untuk merapat ke lokasi pertambangan.
“Karena kan saat itu kami di jajaran Polres Pinrang memang sedang mendampingi tim dari Polda Sulsel untuk pembangunan pembuatan Sekolah Polisi Negara,” kata Bambang kepada IDN Times saat dikonfirmasi, Selasa (12/11).
Setelah tiba di lokasi bersama beberapa orang anggotanya, masyarakat setempat telah berkumpul di depan lokasi pertambangan. Akbar disebutkan sempat berdialog dengan para pekerja tambang agar sementara meninggalkan area pertambangan karena rencana massa setempat akan menghentikan paksa aktivitas para penambang.
Namun, pekerja tambang tetap bersikeras untuk tak meninggalkan area pertambangan dan tetap beraktivitas. Warga yang terlanjur masuk dengan sejumlah peralatan seperti bambu hingga golok langsung menghampiri sejumlah penambang. Karena jumlah massa setempat yang banyak, para penambang kewalahan dan meminta perlindungan kepada Iptu Akbar dan anggotanya.