Ilustrasi PLN (IDN Times/Arief Rahmat)
Dalam video yang beredar, pelaku terlihat mengenakan kaus bertuliskan PLN. Menyikapi kejadian itu, PT PLN pun angkat suara. Setelah pengecekan, mereka memastikan bahwa pelaku yang juga menganiaya bocah tersebut bukan pegawai PLN.
"Sudah kami cek dan telusuri, kami pastikan pelaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN" kata General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu dalam keterangan resminya, Senin (18/5).
Dalam keterangannya, Ismail meyatakan bahwa dari penelusuran pada unit terkait diketahui bahwa pelaku tenaga kontrak/outsourcing dari perusahaan yang menjadi mitra dari PLN. Dia ditugaskan sebagai Operator Telekomunikasi Layanan Gangguan PLN ULP Maros, Sulawesi Selatan.
"Kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak atau outsourcing PLN, itu murni urusan pribadi pelaku," tutur dia.
Lebih lanjut, Ismail mengatakan perseroan menyayangkan dan prihatin atas kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan pelaku.
"Saya berharap dengan adanya kejadian ini seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku baik di area kantor maupun diluar lingkungan masyarakat serta tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemik," ujarnya.