Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kelompok Peneliti Lalat Unhas Perkenalkan Lalat Buah sebagai Model Riset Strategis. (Dok. Unhas)
Kelompok Peneliti Lalat Unhas Perkenalkan Lalat Buah sebagai Model Riset Strategis. (Dok. Unhas)

Makassar, IDN Times – Pemanfaatan lalat buah (Drosophila melanogaster) sebagai model penelitian terus diperkenalkan kepada kalangan akademik di Indonesia. Model organisme ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung riset genetika, biologi perkembangan, hingga kajian penyakit dan terapi karena kesamaan mekanisme biologisnya dengan manusia.

Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas riset mahasiswa dan dosen, empat peneliti berpengalaman Universitas Hasanuddin memaparkan pendekatan ilmiah serta peluang pengembangan riset berbasis Drosophila dalam berbagai bidang. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarkampus.

Kegiatan tersebut dikemas dalam webinar bertajuk Fly Research Group Outreach 2026 yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Unhas Fly Research Group (UFRG), Selasa (10/2/2026). Webinar mengusung tema “Introducing Drosophila melanogaster as a Model for Advancing Undergraduate Research in Indonesia” dan berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting.

1. Penguatan kolaborasi internasional dan kapasitas riset mahasiswa

Kelompok Peneliti Lalat Unhas Perkenalkan Lalat Buah sebagai Model Riset Strategis. (Dok. Unhas)

Ketua Panitia, Mukarram Mudjahid, menjelaskan bahwa Outreach 2026 merupakan bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara Universitas Hasanuddin, The University of Queensland, dan University of Cambridge. Program ini dirancang berkelanjutan selama dua hari dengan konsep partisipatif yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Sebanyak 11 universitas di luar Unhas tercatat menyatakan minat untuk terlibat. Kegiatan ini diikuti 13 dosen perwakilan kampus serta sekitar 100 mahasiswa berlatar belakang Farmasi. UFRG menargetkan lahirnya kolaborasi riset lintas perguruan tinggi berbasis model lalat buah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Muhammad Aswad, menyebut pemanfaatan Drosophila memiliki nilai strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi. Fakultas Farmasi Unhas saat ini memiliki sembilan Thematic Research Group (TRG) yang diarahkan untuk memperluas implementasi riset berbasis model organisme.

2. Drosophila dan relevansinya untuk riset penyakit manusia

Kelompok Peneliti Lalat Unhas Perkenalkan Lalat Buah sebagai Model Riset Strategis. (Dok. Unhas)

Dalam sesi materi, Prof. Firzan Nainu memaparkan bahwa Drosophila melanogaster merupakan model biologis yang kuat untuk menjawab pertanyaan besar dalam biologi dan kesehatan manusia. Sekitar 75 persen gen manusia yang terkait penyakit memiliki pasangan fungsional pada Drosophila, baik dari sisi struktur maupun mekanisme biologisnya.

Menurutnya, kesamaan tersebut menjadikan Drosophila efektif sebagai model skrining untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi. Temuan pada lalat buah dinilai relevan untuk menjelaskan berbagai penyakit manusia seperti kanker, gangguan metabolik, penyakit degeneratif, hingga proses inflamasi.

Webinar ini juga menghadirkan Prof. Toshiyuki Takano dari Kyoto Drosophila Stock Center, Jepang. Ia memaparkan peran pusat koleksi Drosophila sebagai infrastruktur ilmiah global yang mendukung riset penyakit, pengembangan diagnosis, serta inovasi terapi melalui penyediaan material penelitian yang terstandar.

3. Kajian interaksi virus dan regulasi perkembangan embrio

ilustrasi virus (pexels.com/CDC)

Dua narasumber internasional lainnya turut memperkaya pembahasan. Assoc. Prof. Karyn Johnson dari The University of Queensland membahas pemanfaatan Drosophila untuk memahami interaksi antara inang dan virus.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 15 persen penyakit infeksi pada manusia ditularkan melalui serangga, terutama nyamuk. Dalam konteks tersebut, Drosophila digunakan sebagai model eksperimental untuk mengkaji jalur molekuler dan respons imun yang terlibat dalam infeksi virus, termasuk peran molekul microRNA (miRNA) dalam memengaruhi proses infeksi.

Sementara itu, Prof. Tim Weil dari University of Cambridge memaparkan regulasi translasi dan pembentukan protein–RNA condensates pada tahap awal perkembangan Drosophila. Ia menguraikan bahwa proses tersebut berkaitan dengan tahapan oogenesis hingga pembentukan oosit matang, termasuk distribusi mRNA determinan seperti bicoid dan gurken yang berperan dalam penentuan sumbu embrio.

Selain webinar daring, rangkaian Fly Research Group Outreach 2026 akan dilanjutkan secara luring melalui kegiatan praktikum Drosophila di Laboratorium Biofarmasi–Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas. Kegiatan ini diikuti 11 perguruan tinggi di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari penguatan jejaring riset berbasis model organisme.

Editorial Team