Peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Makassar 2026 di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (6/2/2026) IDN Times / Darsil Yahya
Prof. Rasyid menegaskan, meski durasi pelaksanaan dipadatkan, kualitas materi tetap terjaga. Seluruh peserta menerima materi yang sama dengan standar nasional yang berlaku di seluruh Indonesia.
“Materinya sekitar 20 sampai 24 sesi, bobotnya sama. Pakemnya berlaku nasional, baik di Jawa maupun di Sulawesi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan yang terakhir, melainkan akan terus berlanjut setelah masa jeda untuk pemulihan dan penyelesaian agenda lain.
Senada dengan itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menekankan pentingnya peran pembimbing dalam menentukan kualitas ibadah haji jamaah.
“Pembimbing adalah kunci utama suksesnya ibadah haji. Jika pembimbing tidak profesional dan tidak kompeten, maka kemabruran jamaah patut diragukan,” tegas Ikbal.
Melalui sertifikasi ini, Ikbal berharap para pembimbing yang telah lulus benar-benar menjadi sosok profesional, berkompetensi, dan berintegritas dalam mendampingi jamaah.
“Output akhirnya jelas, bagaimana jamaah haji bisa mabrur, aman, dan nyaman dalam menjalankan ibadahnya,” pungkasnya.