Warga memotong pohon untuk membolade ruas jalan di Desa Bosso, Kecamatan Walanreng Utara, Kabupaten Luwu, Senin (26/1/2026) (Dok. IDN Times).
Sebelumnya diberitakan, aksi demo menuntut percepatan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan pemekaran Provinsi Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, berakhir ricuh, Senin (12/1/2026).
Massa aksi yang merupakan mahasiswa dari Aliansi Wija To Luwu terlibat bentrok dengan anggota Satpol PP. Akibatnya sejumlah orang dari kedua kubu dilaporkan sama-sama mengalami luka.
Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya, Abdul Hafid mengatakan bentrokan terjadi akibat salah satu massa aksi mendapat tindakan represif dari anggota Satpol PP.
"Awalnya kawan kami orasi di pagar (gerbang Kantor Gubernur) pas orasi ditarik dan diinjak - injak sehingga kawan kami melakukan lemparan, akibat aksi represif anggota Satpol PP, kawan kami mengalami luka lebam dan sesak napas," ujar Hafid kepada IDN Times via sambungan telepon, Senin.
Hafid menjelaskan, kehadiran aliansi Aliansi Wija To Luwu di Kantor Gubernur untuk mendesak Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan DPRD Sulsel agar melakukan percepatan DOB Luwu Tengah dan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
"Ada dua cara yang bisa ditempuh, pertama mengajukan diskresi langsung kepada Presiden Prabowo dan mengajukan format otonomi khusus kepada Luwu Tengah," ujarnya.