Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
-
Keluarga dan siswa diduga keracunan MBG berdatangan ke rumah sakit di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (26/1/2026) malam. Dok. Polres Tomohon

Intinya sih...

  • Sebanyak 180 orang jadi korban keracunan MBG di Tomohon.

  • Sampel makanan dan spesimen pasien dikirim ke Manado untuk pemeriksaan.

  • Penyedia makanan dipanggil polisi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDNTimes - Korban dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terus bertambah. Dari sebelumnya berjumlah 111 orang, pada Rabu (28/1/2026) menjadi 180 orang.

Sebagian besar korban adalah siswa, dan beberapa di antaranya guru. Ada yang dirawat di rumah sakit, ada juga yang hanya rawat jalan.

Mereka berasal dari SD GMIM I Woloan, SMP Kristen Woloan, SMK Negeri 1 Tomohon, SMK Familia, dan SMA Karitas Tomohon."Sampai saat ini masih ada 56 siswa yang dirawat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Tomohon, dr Jhonny Lumopa.

1. Sampel dikirim ke Manado

Siswa diduga keracunan MBG berdatangan ke rumah sakit di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (26/1/2026) malam. Dok. Polres Tomohon

Jhonny mengatakan bahwa pihaknya juga sudah mengambil sampel makanan dan muntahan. Keduanya dikirim ke Kota Manado.

"Sampel makanan sudah dikirim ke BBPOM Manado sedangkan spesimen pasien ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Manado," tambahnya.

Johnny juga membenarkan bahwa masih ada beberapa siswa yang mengeluh pusing dan mual 2 hari pascakeracunan. Pihak sekolah pun mengantar mereka periksa ke rumah sakit.

2. Penyedia makanan dipanggil

Polisi berjaga di rumah sakit di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terkait siswa diduga keracunan MBG, Senin (26/1/2026) malam. Dok. Polres Tomohon

Polisi juga terus memeriksa kasus ini. Pihak penyedia makanan telah dipanggil oleh Polres Tomohon.

"Penyedia makanan SPPG sudah kami undang," tutur Kasat Reskrim Polresta Tomohon, Iptu Roy Mantiri.

Mereka juga sudah mengambil sampel makanan dan muntahan. "Sudah kami bawa ke labfor untuk diperiksa," sambungnya.

3. SPPG ditutup sementara

Keluarga dan siswa diduga keracunan MBG berdatangan ke rumah sakit di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (26/1/2026) malam. Dok. Polres Tomohon

Sebelumnya Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, mendatangi rumah sakit tempat para siswa dirawat. Ia meminta seluruh pihak tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan.

Untuk itu, SPPG Kolongan ditutup sementara. Ia pun mengimbau SPPG lain agar lebih teliti dalam memproduksi dan mendistribusikan MBG.

"SPPG harus menaati SOP. Kalau ada yang tidak sesuai SOP, maka SPPG kami rekomendasikan untuk ditutup," tutur Sendy.

Editorial Team