Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20260130_174441(4).jpg
Jenderal Lapangan Aliansi Keramat, Fahrul saat berhadapan dengan Waketum PSI, Ronald Aristone Sinaga di depan lokasi Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Jl A.P Pettarani, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yahya.

Intinya sih...

  • Aliansi Keramat menolak kedatangan Jokowi ke Makassar karena terlibat kasus korupsi.

  • Ketegangan terjadi antara massa aksi dan kader PSI, namun akhirnya situasi berhasil diredakan.

  • Jenderal Lapangan Aksi meminta kader PSI untuk tidak mengganggu jalannya aksi, sementara Bro Ron meminta kader PSI untuk masuk ke area hotel.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026).

Pantauan di IDN Times, Aliansi Keramat kembali aksi di Jl AP Pettarani tepat depan Hotel Claro yang merupakan lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Daeng. Tampak puluhan polisi juga telah berjaga di depan hotel beserta satu unit mobil water canon.

1. Demonstran tuding rezim Jokowi terlibat sejumlah kasus korupsi

Waketum PSI, Ronald Aristone Sinaga saat menanangkan seorang kader PSI yang sempat terpancing emosinya akibat aksi demo Aliansi Keramat di depan lokasi Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Jl A.P Pettarani, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yahya.

Tak hanya polisi, sekuriti dan sejumlah kader partai berlambang gajah tersebut juga terlihat hadir menyaksikan jalannya aksi. Seperti Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga dan Ketua Jokowi Mania Nusantara Bersatu, Andi Azwan.

Awalnya, aksi unjuk rasa berjalan lancar, massa bergantian berorasi di tengah jalan sambil membakar ban bekas dan membentangkan spanduk bertuliskan "Usut Tuntas Keterlibatan Jokowi pada Dugaan Kasus Impor Minyak, Desak KPK RI Periksa Jokowi yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota Haji.

Bahkan salah satu massa aksi mengatakan, tidak ada sejarahnya Raja Gowa tunduk terhadap Raja Solo. "Raja Gowa tidak pernah tunduk terhadap Raja Solo," tegasnya melalui pengeras suara.

2. Waketum PSI minta maaf kepada Aliansi Keramat

Seorang massa Aliansi Keramat saat menantang kader PSI di depan lokasi Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Jl A.P Pettarani, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yahya.

Namun tiba-tiba terjadi ketegangan hingga massa aksi nyaris terlibat kericuhan dengan sejumlah kader PSI karena beberapa kader PSI terpancing emosi hingga keluar dari halaman hotel.

Sempat terjadi aksi saling dorong antar mahasiswa dan kader PSI. Beruntung, beberapa kader partai dan kepolisian berusaha melerai hingga akhirnya situasi kembali kondusif.

Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga kemudian mendatangi massa aksi dan meminta maaf atas sikap beberapa kader PSI karena hendak membubarkan aksi unjuk rasa Aliansi Keramat.

"Saya minta maaf, udah di dalam (masuk kader PSI). Mulai lagi, mulai lagi (aksinya)," ucap Ronald Aristone Sinaga kepada massa.

3. Kader PSI diminta tidak ganggu massa aksi

Seorang kader PSI sempat terpancing emosinya akibat aksi demo Aliansi Keramat di depan lokasi Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Jl A.P Pettarani, Jumat (30/1/2026) IDN Times / Darsil Yahya.

Sementara, Jenderal Lapangan Aksi, Fahrul mengatakan, mereka melakukan aksi dengan tertib dan tidak menutup jalan namun kenapa ada oknum kader PSI yang berusaha mengganggu aksi mereka.

"Kami tertib dan patuh dan hanya menyampaikan aspirasi, jika kalau kemudian ada hal-hal yang kemudian menggangu jalannya aksi, kami mohon maaf. Kami sudah menyampaikan pendapat di depan umum secara tertib," ucapnya.

Lalu Ronald Aristone Sinaga, atau yang akrab disapa Bro Ron meminta kadernya yang masih berada di depan gerbang untuk masuk ke area hotel dan tidak menggagu massa aksi.

"Kita salah, masuk aja, jangan lagi di luar kadernya, yang pakai (baju) PSI masuk (ke hotel). Gue aja santai, kok malah kalian yang baper. Masuk semua PSI," pinta Bro Ron kepada kader PSI.

Tak berselang lama, Aliansi Keramat membacakan sejumlah tuntutan kemudian sekitar pukul 18.09 Wita massa aksi membubarkan diri dan meninggalkan Jalan AP Pettarani Makassar.

Adapun tuntutan Aliansi Keramat, yaitu:

1. Copot Menteri kehutanan RI yang di duga tidak mampu menjaga hutan

2. Usut tuntas dugaan pembabatan dan penambangan liar di beberapa titik di Wilayah Sulawesi Selatan di duga ilegal.

3. Hentikan segala bentuk kegiatan yang merusak ekologi.

4. Desak KPK RI usut tuntas dugaan keterlibatan Jokowi terkait dugaan kasus korupsi kuota Haji.

5. Periksa Jokowi terkait dugaan keterlibatan pada dugaan kasus korupsi impor minyak.

Editorial Team