Ilustrasi Jalan Tol. (IDN Times/Sunariyah)
Direktur Utama PT Nusantara Infrastruktur M. Ramdani Basti mengatakan, pembangunan jalan tol MNP dengan panjang 3,2 km membutuhkan lahan sebanyak 2,74 hektare. Pengerjaannya dalam tiga tahap. Tahap pertama untuk arah pelabuhan lama (Jalan Tol Seksi 1) menuju MNP.
Pembangunan tahap untuk arah Bandara (Jalan Tol Makassar Seksi IV) menuju ke MNP. Tahap pertama dan kedua dikerjakan bersamaan sedangkan tahap ketiga dari MNP menuju ke Bandara akan dikerjakan pada tahap berikutnya.
Akses jalan tol menuju Makassar New Port merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan pemerintah pusat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Badan Usaha Jalan Tol. Sedangkan Pembebasan lahan untuk proyek ini dilaksanakan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Pembangunan Akses Jalan Tol MNP terletak di Kelurahan Buloa dan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pelaksanaan proyek ini direncanakan selama 14 bulan dengan melibatkan seribuan orang. Proyek ini juga akan melibatkan pelaku konstruksi, diantaranya PT Wijaya Karya.
PT Pelindo bersama dengan Pemerintah Kota Makassar, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan stakeholder lainnya telah membebaskan lahan 70 persen dari kebutuhan. Lahan yang telah selesai dibebaskan sudah diserah terimakan dari PT Pelindo kepada Kementerian PUPR untuk selanjutnya diserahkan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk dipergunakan dalam pembangunan Akses Jalan Tol MNP.
Pada awal tahun 2023, Pembangunan Makassar New Port tahap lanjutan akan selesai dan sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) tahun 2023, yakni seluruh kegiatan bongkar muat peti kemas akan dipindahkan dari pelabuhan lama ke Terminal Makassar New Port. Diperkirakan MNP akan melayani bongkar muat peti kemas sebanyak hampir satu juta teus per-tahun. Operasional pelabuhan membutuhkan adanya infrastruktur jalan baru yang terhubung langsung dengan jalan tol yang telah ada, sehingga pergerakan dan distribusi logistik maupun jasa dapat lebih efisen.