Pangkep, IDN Times – Tim SAR gabungan Search and Rescue mengerahkan Unit (SRU) 4 berjumlah 34 personel menuju lokasi penemuan korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin pagi (19/1/2026).
SRU 4 diberangkatkan dengan misi mengevakuasi jenazah korban yang berada di lereng selatan Gunung Bulusaraung. Lokasi jenazah sekitar 200 meter di dalam jurang.
"Misinya menjeput jenazah yang berada di posisi selatang Gunung Bulusarang, sekitar 200 meter di dalam jurang," ucap Asisten Perencanaan Komando Daerah Militer (Asrendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Abi Kusnianto saat apel persiapan evakuasi di depan Pos Aju Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.
Dalam arahannya, Abi Kusnianto menegaskan tidak seluruh personel SRU 4 akan turun ke titik penemuan jenazah. Hal itu mempertimbangkan kondisi medan yang sangat sulit dan terjal.
"Jadi estafet, tapi yang turun adalah tim inti. Target kita penjemputan kantong jenazah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa SRU 4 dipandu oleh Arman, warga setempat. Dia dipilih karena dianggap memahami medan Gunung Bulusaraung.
"Ini jalur ekstrem jadi kita dipandu oleh Pak Arman," kata Andi Sultan.
Arman merupakan warga Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, yang pertama kali menemukan jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di dalam jurang kawasan Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1/2026). Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Arman membenarkan bahwa dirinya ditunjuk untuk memandu Tim SAR gabungan SRU 4 menuju lokasi penemuan jenazah.
"Iya, untuk menunjukan jalan (menuju lokasi penemuan jenazah)," ucap Arman yang bersiap berangkat bersama Tim SAR SRU 4.
