Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tes Ilmu Kebal, Polisi di Makassar Nekat Lukai Diri
Ilustrasi Garis Polisi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Makassar, IDN Times - Seorang anggota Polri di Makassar bernama Bripda Yopi Lopang nekat mengiris lehernya dengan sebilah sangkur. Kejadian tersebut terjadi di rumahnya di kompleks Telkomas, Tamalanrea, pada 31 Januari 2023.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Komang Suartana membenarkan peristiwa itu. Kata dia, Bripda Yopi Lopang merupakan anggota aktif yang bertugas di Direktorat Samapta Polda pada unit K9. Yopi disebut terluka usai mengetes ilmu kekebalan.

"Sudah kita mintai keterangan sementara, jadi yang bersangkutan ini ternyata hanya mau tes ilmunya, tapi mungkin tidak mempan jadi dia lukai dirinya" ujar Komang saat dikonfirmasi, Kamis malam (2/2/2023).

1. Polisi menampik dugaan upaya bunuh diri

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana. (IDN Times/Sahrul Ramadan)

Komang menekankan bahwa tindakan Bripda Yopi bukan upaya bunuh diri. Aksi nekat itu disebut semata-mata untuk mengetes ilmu kebal yang dipelajari.

"Karena dia lukai lehernya satu kali dan perutnya juga dia tusuk satu kali pakai sangkur itu. Katanya tes tenaga dalam," ucap Komang.

2. Propam selidiki alasan lain Yopi melukai diri sendiri

Markas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jl Perintis Kemerdekaan Km 17, Makassar. Dahrul Amri/IDN Times Sulsel

Komang mengatakan, tim Profesi dan Keamanan (Propam) Polda Sulsel tengah menyelidiki kasus Bripda Yopi. Sebab beredar informasi Yopi nekat melukai diri karena kalah judi.

"Dan alasan lainnya lagi seperti apa, kita belum tahu jelas," Komang menerangkan.

3. Yopi belum diperiksa karena belum pulih

Ilustrasi pisau (unsplash.com/sebastianpoc)

Yopi dilaporkan menderita luka serius karena luka irisan pada leher serta luka tusuk di bagian dada. DIa sempat menjalani operasi di rumah sakit dan kini mulai pulih.

"Sebenarnya kondisi yang bersangkutan ini masih tahap pemulihan kan, dia juga masih sakit jadi belum bisa diperiksa lagi secara mendalam terkait itu," kata Komang.

Editorial Team