Makassar, IDN Times - Kondisi moda transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) yang berada di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, kian memprihatinkan. Sejak resmi beroperasi tahun 2014, BRT malah terus mengalami kerugian.
General Manajer Damri Cabang Makassar Ilyas Harianto mengatakan, bahwa setiap tahun pengelolaan BRT terus mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Hal ini dikarenakan pihak Damri terbentur masalah biaya, di mana pendapatan tidak mampu menutupi biaya operasional.
"Dari awal kita operasikan BRT itu sudah rugi. Tidak ada berubah sejak awal beroperasi. Tidak pernah untung. Jadi ya kita sempat mau kembalikan saja semua ke pusat bus-bus ini," kata Ilyas, Kamis (26/12).