Makassar, IDN Times - Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport menghadapi tantangan berat akibat kondisi medan yang ekstrem. Korban pertama sempat tertahan di Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi Rabu (21/1/2026) pagi.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan lokasi jatuh pesawat berada di jurang sedalam 250 meter dengan tebing hampir 90 derajat. Kondisi ini membuat upaya pengangkatan awal menggunakan tali dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan petugas SAR.
"Jadi kemarin siang yang bersatu sudah kita geser. Jadi korban ini yang jatuh berada di kedalam jurang 250 meter pada hari kedua tanggal 18 Januari ditemukan pukul 13.32," kata Yudhi saat konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).
