Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Takut Dimarahi, Remaja di Sinjai Rekayasa Penculikan-Minta Tebusan Rp5 Juta
Polisi saat menemukan FF (Dok Polres Sinjai).
  • Remaja 14 tahun di Sinjai merekayasa penculikan dan permintaan tebusan Rp5 juta karena takut dimarahi keluarga setelah pulang larut malam.
  • FF sempat mengirim pesan WhatsApp berpura-pura sebagai pelaku penculikan, meminta uang tebusan, dan mengatur lokasi pertemuan dengan keluarganya.
  • Polisi menemukan FF di Bulukumba dalam kondisi sesak napas setelah bersembunyi bersama temannya, lalu membawanya ke Puskesmas Kajang untuk perawatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pelajar di Sinjai merekayasa kasus penculikan dan meminta uang tebusan Rp5 juta agar keluarganya tidak memarahi karena pulang larut malam.
  • Who?
    Remaja berinisial FF, 14 tahun, bersama rekannya bernama Erika alias Erik, serta aparat Polres Sinjai yang menangani kasus tersebut.
  • Where?
    Kejadian bermula di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, dan FF ditemukan di Dusun Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
  • When?
    FF dilaporkan hilang pada Senin, 23 Maret 2026, dan ditemukan sehari kemudian. Keterangan resmi disampaikan pada Rabu, 25 Maret 2026.
  • Why?
    FF mengaku takut dimarahi keluarga karena pulang larut malam sehingga membuat cerita palsu tentang penculikan untuk menutupi kepergiannya tanpa izin.
  • How?
    FF dan rekannya berpura-pura diculik dua pria menggunakan mobil Avanza silver serta mengirim pesan WhatsApp kepada ibu FF untuk meminta uang tebusan Rp5 juta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Seorang remaja berusia 14 tahun berinisial FF di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sempat dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan. Dalam laporan awal, FF disebut diculik dua orang pria menggunakan mobil Avanza berwarna silver.

Namun setelah ditemukan, FF diketahui merekayasa cerita tersebut karena takut dimarahi keluarga usai pulang larut malam.

1. Takut dimarahi karena pulang larut malam

FF saat berada di rumahnya usai ditemukan polisi (Dok Polres Sinjai).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sinjai, Adi Asrul, mengatakan FF merupakan pelajar asal Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, yang dilaporkan hilang pada Senin (23/3/2026). FF kemudian ditemukan sehari setelahnya, di wilayah Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Adi mengatakan, FF mengaku takut dimarahi oleh keluarganya karena pulang larut malam. Sehingga ia bersama rekannya membuat alasan seolah-olah telah diculik dan meminta uang tebusan.

"(Mereka) membuat alasan kepada keluarga FF telah diculik oleh dua orang pemuda menggunakan mobil Avanza silver dan berpura-pura meminta uang tebusan sebanyak Rp5 juta," ujar Adi dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

2. Pergi tanpa izin dan sempat kirim pesan minta tebusan

Polisi saat menemukan FF (Dok Polres Sinjai).

Adi menjelaskan, kejadian bermula saat FF yang tinggal bersama neneknya di Dusun Maroanging, Desa Tongke-Tongke, pergi meninggalkan rumah tanpa izin. Awalnya FF berpamitan untuk pergi ke rumah temannya bernama Nabila di Bontopale, Kelurahan Samataring. Namun setelah dicek, FF ternyata tidak pernah sampai di lokasi tersebut.

FF justru bertemu dengan rekannya, Erika alias Erik, sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan Pantai Karampuang, Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe. Setelah itu, keberadaan FF tidak diketahui hingga diduga berada di wilayah Bulukumba.

"Berdasarkan informasi, ibu FF sempat mendapatkan pesan lewat WhatsApp dari nomor anaknya dan mengaku sebagai pelaku penculikan, lalu meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta kemudian mengajak bertemu di lokasi yang akan ditentukan untuk menukar uang tersebut dengan korban," ungkapnya.

3. Ditemukan di Bulukumba, sempat alami sesak napas

FF dilarikan ke Puskesmas Kajang karena mengalami sesak napas (Dok Polres Sinjai).

Berdasarkan laporan keluarga, Tim Resmob Polres Sinjai bersama jajaran Polsek melakukan pencarian hingga ke Kabupaten Bulukumba. FF akhirnya ditemukan di Dusun Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang, dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Kajang karena mengalami sesak napas.

Dari hasil interogasi, FF dan Erik diketahui sempat pergi ke permandian Limbua menggunakan sepeda motor, lalu menuju rumah Erik di Batu Asa, Kecamatan Herlang, Bulukumba. "(Mereka) takut dimarahi oleh keluarganya karena pulang larut malam," kata Adi.

Editorial Team