Makassar, IDN Times - Gagasan swasembada energi kembali mengemuka dalam diskusi publik bertajuk Swasembada Energi di Era Prabowo, Sekadar Wacana atau Sudah Terencana yang digelar di Kopitiam Hertasning, Makassar, Rabu (11/2/2026). Dalam forum tersebut, Pakar Energi Universitas Hasanuddin, Prof Muhammad Bachtiar Nappu, menekankan perlunya redefinisi makna swasembada energi di Indonesia.
Menurut Bachtiar, swasembada tidak lagi bisa dimaknai semata sebagai kemampuan memproduksi minyak sendiri. Pendekatan lama yang menempatkan minyak sebagai pusat ketahanan energi dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi global saat ini.
"Kita memberikan definisi di sini bahwa soal swasembada itu paling pentingnya adalah diversifikasi," kata Bachtiar dalam pemaparannya.
