Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Survei PPI: Kepuasan Publik atas Kinerja MULIA Capai 80,1 Persen
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD, memaparkan hasil survei Parameter Publik Indonesia terkait setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham di Hotel Mercure, Makassar, Kamis (19/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Survei Parameter Publik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, mencapai 80,1 persen.
  • Empat aspek utama kehidupan masyarakat—politik, ekonomi, keamanan, dan supremasi hukum—dinilai baik oleh mayoritas responden, meski sektor ekonomi masih menjadi catatan dengan persepsi buruk di atas 30 persen.
  • Masalah ekonomi menjadi perhatian utama warga dengan 49,5 persen responden menilai isu ini paling penting, sementara program prioritas seperti seragam sekolah gratis dan iuran sampah gratis mendapat tingkat kepuasan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lembaga Parameter Publik Indonesia merilis hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, yang mencapai 80,1 persen.
  • Who?
    Survei dilakukan oleh Parameter Publik Indonesia (PPI) di bawah pimpinan Direktur Eksekutif Ras MD, melibatkan 600 responden warga Kota Makassar dari 15 kecamatan.
  • Where?
    Pengumuman hasil survei berlangsung di Hotel Mercure Makassar, sementara pengumpulan data dilakukan di wilayah Kota Makassar.
  • When?
    Survei dilaksanakan pada 5–14 Februari 2026 dan hasilnya diumumkan pada Kamis, 19 Februari 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi satu tahun kinerja pemerintahan pasangan Munafri–Aliyah serta menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi politik, ekonomi, keamanan, dan supremasi hukum di Makassar.
  • How?
    PPI menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error 4,08 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen melalui wawancara tatap muka memakai kuesioner terstruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Lembaga survei Parameter Publik Indonesia (PPI) merilis hasil survei satu tahun kepemimpinan pasangan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA), di Hotel Mercure Makassar, Kamis (19/2/2026). Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tersebut mencapai 80,1 persen.

Survei berlangsung pada 5-14 Februari 2026 dengan melibatkan 600 responden di 15 kecamatan di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah multi-stage random sampling dengan margin of error 4,08 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data berlangsung melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD, mengatakan survei ini menjadi potret evaluasi publik terhadap kinerja pasangan tersebut selama satu tahun terakhir.

"Saya masih ingat setahun yang lalu berturut-turut Parameter Publik Indonesia di tempat ini mengabarkan siapa sosok yang akan terpilih menjadi wali kota, dan waktu itu kita buktikan ternyata yang terpilih adalah Pak Munafri dan Aliyah," kata Ras. 

1. Empat aspek kehidupan dinilai baik

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD, memaparkan hasil survei Parameter Publik Indonesia terkait setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham di Hotel Mercure, Makassar, Kamis (19/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

PPI menguji empat aspek utama kehidupan masyarakat dalam survei tersebut. Keempat aspek itu meliputi kondisi politik, ekonomi, keamanan, dan supremasi hukum.

Sebanyak 73 persen responden menilai kondisi politik di Makassar dalam keadaan baik.  Untuk aspek ekonomi, 61,7 persen menyatakan baik, sementara 31,7 persen menilai buruk. 

Pada aspek keamanan, lebih dari 70 persen responden menyebut situasi dalam kondisi baik, dan 24,3 persen menilai buruk. Adapun pada aspek supremasi hukum, 74 persen responden menyatakan baik dan 15,8 persen menyebut buruk.

"Jadi sekali lagi 4 aspek dalam kondisi yang baik ya walaupun catatannya di aspek ekonomi yang angka persepsi soal buruk atau dinilai buruk itu mencapai di atas 30 persen ya. Itu menjadi catatan bagi pemerintah khususnya Pemerintah Kota Makassar," kata Ras. 

2. Ekonomi jadi masalah utama

Hasil survei Parameter Publik Indonesia terkait setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham di Hotel Mercure, Makassar, Kamis (19/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Saat ditanya mengenai persoalan paling penting di Makassar, 49,5 persen responden menjawab masalah ekonomi. Disusul persoalan keamanan 9,8 persen, pelayanan masyarakat 7,8 persen, infrastruktur 7,3 persen, dan lingkungan 7 persen.

"Walaupun mayoritas publik menjawab bahwa keadaan ekonomi di Makassar itu kategorinya baik, tetapi ini menjadi catatan bagi pemerintah bahwa ada sejumlah PR yang mesti dijadikan sebagai referensi untuk mengambil kebijakan yang lebih berpihak lagi ke depannya untuk masyarakat," kata Ras.

Secara khusus, 35,2 persen responden menilai harga kebutuhan pokok mahal. Kemudian 16,7 persen menyebut sulit mencari lapangan kerja, dan 15,3 persen menyoroti persoalan banjir.

"Nah ini poin yang tak kalah penting dalam potret setahun kepemimpinan Munafri Ariefudin dan Ibu Aliyah Mustika Ilham," kata Ras.

3. Evaluasi program prioritas

Hasil survei Parameter Publik Indonesia terkait setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham di Hotel Mercure, Makassar, Kamis (19/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Survei juga mengukur tingkat pengetahuan dan kepuasan terhadap sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Makassar. Pada program seragam sekolah gratis, tingkat awareness berada di sekitar 60 persen. Dari responden yang mengetahui program tersebut, 89,5 persen menyatakan puas.

Program iuran sampah gratis memiliki tingkat awareness lebih dari 80 persen. Tingkat kepuasan terhadap program ini mencapai 62,2 persen. Program sambungan PDAM gratis diketahui oleh 34,8 persen responden. Dari jumlah tersebut, 57,9 persen menyatakan puas.

Untuk rencana pembangunan stadion baru, lebih dari 54 persen responden mengetahui rencana tersebut. Sebanyak 59,3 persen responden menyatakan yakin proyek tersebut akan terealisasi.

Sementara itu, program Makassar Mulia Berjasa hanya diketahui oleh 12,1 persen responden. Namun seluruh responden yang mengetahui program ini menyatakan puas.

Adapun aplikasi Lontara Plus diketahui oleh 22 persen responden. Dari yang mengetahui, 30,1 persen mengaku telah mengunduh atau menggunakan aplikasi tersebut. Fitur yang paling sering diakses adalah layanan aduan masyarakat, dengan persentase mencapai 77,5 persen.

Lebih dari 70 persen pengguna menilai respons terhadap aduan tergolong cepat. Sebanyak 90 persen menyebut aplikasi mudah digunakan dan 87,5 persen menyatakan puas terhadap program tersebut.

Terakhir, ada program Cretive Hub. Program ini hanya diketahui oleh 9,3 persen. Selebihnya 36 persen kurang tahu dan 54,7 persen mengaku tidak tahu sama sekali.

Editorial Team