Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sulsel Masih Hadapi Ketimpangan Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil
Ilustrasi puskesmas. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • Sulawesi Selatan menghadapi ketimpangan layanan kesehatan akibat kondisi geografis yang beragam, membuat distribusi fasilitas dan tenaga medis belum merata di seluruh kabupaten dan kota.
  • Wilayah kepulauan seperti Pangkep dan Selayar serta daerah pegunungan di Toraja hingga Luwu masih kesulitan akses layanan karena jarak tempuh jauh dan keterbatasan infrastruktur.
  • Pemerintah Provinsi Sulsel memperluas program Pelayanan Kesehatan Bergerak untuk menjangkau desa terpencil, dengan pengiriman tenaga medis dan dokter spesialis ke wilayah sulit dijangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Bentang geografis Sulawesi Selatan rupanya menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan. Wilayah yang terdiri dari 24 kabupaten dan kota dengan karakteristik berbeda membuat akses layanan kesehatan belum sepenuhnya merata, terutama di daerah kepulauan dan pegunungan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, menyebut kondisi geografis dan demografi di Sulsel sangat beragam. Situasi tersebut berdampak pada distribusi fasilitas kesehatan hingga tenaga medis di sejumlah wilayah.

"Kondisi geografis dan demografi ini kemudian menjadi tantangan tersendiri dalam program-program pelayanan kesehatan kita," kata Ardadi, Sabtu (23/5/2026).

1. Sulsel punya 475 puskesmas dan 126 rumah sakit

ilustrasi layanan kesehatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Dinkes Sulsel mencatat ada sekitar 475 puskesmas, lebih dari 500 klinik, dan 126 rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah. Meski jumlah fasilitas kesehatan terus bertambah, pemerataan layanan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah dengan kondisi geografis sulit dijangkau.

"Tentu dengan tantangan geografis, ada daerah-daerah di mana wilayah kita yang cukup jauh dari Kota Makassar itu memang mendapatkan tantangan-tantangan dari sisi pelayanan kesehatan terutamanya yang berkaitan dengan akses," kata Ardadi.

Ardadi mengatakan pihaknya mendorong sejumlah program untuk memperkecil ketimpangan layanan kesehatan antarwilayah. Salah satu program yang dijalankan yakni Pelayanan Kesehatan Bergerak untuk menjangkau daerah sulit diakses.

"Sejak tahun lalu Pak Gubernur memerintahkan pelayanan kesehatan bergerak untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses," kata Ardadi.

2. Wilayah kepulauan hingga pegunungan masih terkendala akses layanan

Ilustrasi tenaga kesehatan. IDN Times/ istimewa

Wilayah kepulauan seperti Kabupaten Pangkep dan Kepulauan Selayar masih menghadapi kendala akses layanan kesehatan karena jarak tempuh yang jauh. Ardadi mencontohkan ada wilayah di Pangkep yang harus ditempuh menggunakan kapal hingga 24 jam.

"Pangkep ada wilayah kerjanya yang sangat jauh sampai harus naik kapal 24 jam Kepulauan Selayar juga seperti itu," katanya. 

Selain wilayah kepulauan, beberapa daerah pegunungan seperti Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang juga masih membutuhkan penguatan fasilitas serta tenaga kesehatan. Kondisi geografis membuat distribusi layanan kesehatan di daerah tersebut tidak semudah wilayah perkotaan.

"Itu menjadi catatan sehingga Pak Gubernur memerintahkan kami melanjutkan program pelayanan kesehatan bergerak agar masyarakat di desa, pegunungan, dan kepulauan mendapat pelayanan yang sama seperti di perkotaan," ucap Ardadi.

3. Program kesehatan bergerak bakal diperluas

Ilustrasi tenaga kesehatan. IDN Times/ istimewa

Di sisi lain, rumah sakit di Sulsel masih terkonsentrasi di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kota Palopo, dan Kota Parepare. Kondisi tersebut membuat masyarakat di daerah terpencil harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.

Pemprov Sulsel pun melanjutkan program pelayanan kesehatan bergerak untuk menjangkau daerah sulit diakses. Program tersebut sebelumnya telah dijalankan di wilayah kepulauan dan melayani sekitar 5.000 warga.

"Nah kami tahun ini sementara mempersiapkan mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan kita juga launching, untuk tahun ini ada penambahan lokasi," kata Ardadi.

Program Pelayanan Kesehatan Bergerak nantinya menyasar daerah pegunungan dan desa terpencil di Luwu, Luwu Utara, Bone, Gowa hingga Jeneponto. Pemerintah juga mengirim tenaga kesehatan dan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Editorial Team