Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260120-WA0347.jpg
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, meninjau Posko Advance Jungle Unit (AJU) di Desa Tompo Bulu, Pangkep, untuk memantau dan mengkoordinasikan operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500, Senin (19/1/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Intinya sih...

  • Pemprov Sulsel alokasikan Rp2,5 miliar untuk pencarian pesawat ATR 42-500

  • Dana digunakan untuk pembiayaan logistik harian, upaya pencarian korban dievaluasi, dan dukungan logistik lengkap disiapkan.

  • Tim kebencanaan dan kesehatan diturunkan ke lokasi kejadian dengan ambulans dan sarana pendukung lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan dukungan penuh terhadap operasi pencarian pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang jatuh di wilayah Kabupaten Maros-Pangkep. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp2,5 miliar untuk menunjang seluruh kegiatan pencarian di lapangan.

"Kita alokasikan sekitar Rp2,5 miliar bantuan kebencanaan dalam pengerahan personel pencarian ATR 42-500," kata Andi Sudirman dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).

1. Dana digunakan untuk pembiayaan logistik harian

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, memberikan keterangan di Posko Advance Jungle Unit (AJU) di Desa Tompo Bulu, Pangkep, untuk memantau dan mengkoordinasikan operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500, Senin (19/1/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan logistik harian bagi personel SAR, pemenuhan kebutuhan operasional, serta dukungan teknis selama proses pencarian berlangsung. Menurut Sudirman, kelancaran logistik menjadi faktor penting agar pencarian dapat berjalan berkelanjutan dan optimal.

Selain anggaran, Pemprov Sulsel juga menurunkan tim kebencanaan dan tim kesehatan ke lokasi kejadian. Tim dilengkapi ambulans dan sarana pendukung lain untuk memastikan kebutuhan personel di lapangan terpenuhi.

"Dan tentu kita akan terus melakukan pencarian semaksimal mungkin," kata Sudirman.

2. Upaya pencarian korban telah dievaluasi

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi saat rapat evaluasi lintas kementerian dan lembaga terkait pencarian korban pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Minggu (17/1/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Sebelumnya, Sudirman bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dan Kepala Basarnas RI, Marsda TNI Mohammad Syafii meninjau Posko Advance Jungle Unit (AJU) yang menjadi pusat operasi gabungan pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kunjungan tersebut berlangsung di Posko 2 Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada Senin (19/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Sulsel menggelar rapat koordinasi dengan tim Basarnas, Kemenhub, dan unsur Forkopimda untuk membahas perkembangan terkini serta langkah lanjutan dalam misi pencarian dan evakuasi korban. Sudirman pun langsung menyatakan siap mengalokasikan anggaran. 

"Pemprov Sulsel telah mengalokasikan anggaran operasi serta menurunkan tim BPBD dan tim kesehatan, termasuk ambulans," kata Sudirman.

3. Pemprov siapkan dukungan logistik lengkap

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi saat rapat evaluasi lintas kementerian dan lembaga terkait pencarian korban pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Minggu (17/1/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Sudirman menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan dukungan logistik lengkap, termasuk penyediaan dapur lapangan, untuk mendukung kebutuhan tim SAR di lokasi pencarian. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan koordinasi dan keseriusan seluruh pihak dalam mempercepat proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500.

"Kami juga mengerahkan dukungan logistik untuk dapur-dapur tim di lapangan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi bukti kekompakan dan keseriusan kita dalam mempercepat proses evakuasi," kata Sudirman.

Editorial Team