Area gudang pupuk Indonesia (Dok/Pupuk Indonesia).
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, memastikan kondisi stok pupuk bersubsidi di wilayahnya dalam keadaan aman. Total stok per 20 April 2026 tercatat mencapai 218.158 ton, terdiri dari 205.451 ton pupuk subsidi dan 12.707 ton non-subsidi.
Rinciannya, stok pupuk subsidi meliputi urea 45.173 ton, NPK Phonska 49.621 ton, NPK kakao 6.017 ton, organik 5.599 ton, ZA 308 ton, dan SP-36 sebanyak 1.904 ton. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pupuk diperkirakan dapat terpenuhi untuk 4–5 minggu ke depan.
“Kebutuhan sampai 4–5 minggu ke depan cukup aman. Mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah daerah, kita tidak ada kesulitan angkutan,” ujar Wisnu kepada wartawan di Makassar, Rabu (22/4/2026).
Dari seluruh wilayah Regional 4, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan alokasi dan stok terbesar. Tercatat jumlah stok di lini III mencapai 76.772 ton, dengan distribusi melalui 1.179 titik PPTS. Selain itu, stok di tingkat PUD mencapai 4.281 ton dan stok di PPTS sebesar 42.744 ton. Sementara stok non-subsidi di provinsi ini mencapai 5.053 ton.
Secara keseluruhan, wilayah Regional 4 meliputi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.