Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stasiun Klimatologi Sulut Prediksi Awal Musim Kemarau Juni 2026
Cuaca di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (15/3/2026). IDNTimes/Savi
  • Stasiun Klimatologi Sulut memprediksi awal musim kemarau terjadi pada Juni 2026.

  • Beberapa daerah seperti Kepulauan Sangihe dan Talaud tidak mengalami perubahan musim.

  • Musim kemarau diperkirakan datang lebih awal dan lebih lama akibat potensi El Nino lemah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDN Times - Hingga Maret 2026, sebagian besar wilayah di Sulawesi Utara masih mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan kilat. Hal itu salah satunya disebabkan oleh fenomena La Nina dengan index lemah yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini.

Prakirawan Stasiun Iklim Sulut, Christianto Daniel Pesoth, mengatakan bahwa awal musim kemarau di Sulut baru akan terjadi pada Juni 2026.

"Itupun baru pada Juni dasarian II di sebagian wilayah Bolaang Mongondow Raya dan Minahasa Raya," ujarnya, Minggu (15/3/2026).

1. Terjadi di beberapa wilayah

gambar musim kemarau (pexels.com/George Becker)

Christianto menyebut bahwa Sulut memiliki zona musim (ZOM) berbeda-beda. Hal itu membuat musim kemarau dan musim hujan tidak terjadi secara serentak.

Awal musim kemarau pada Juni dasarian II diprediksi terjadi di sejumlah wilayah, yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Tenggara, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kota Tomohon, Manado, dan Bitung.

"Sisanya pada Juli dasarian II dan III serta awal Agustus," tambah Christianto. 

2. Sebagian BMR dan kepulauan miliki iklim berbeda

Ombak di Teluk Manado, Sulawesi Utara. IDN Times/Savi

Di sisi lain, ada sejumlah wilayah di Sulut yang memiliki iklim berbeda. Misalnya saja Kepulauan Sangihe dan Talaud yang tak terpengaruh perubahan musim.

"Karena di sana hanya ada satu musim yang sama sepanjang tahun, yaitu musim hujan," tutur Christianto.

Selain itu, sebagian wilayah Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Selatan masih akan mengalami awal musim hujan pada Maret dan April 2026. Kedua wilayah tersebut mengalami 2 kali musim hujan dan musim kemarau selama setahun.

3. Masyarakat diminta bijak menggunakan air

Bukit Asah saat musim kemarau (dok.pribadi/Natalia Indah)

Secara umum, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal dan lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya pada awal semester 2 nanti, diprediksi akan ada fenomena El Nino index lemah.

"Hal ini membuat curah hujan di Sulut berada di kriteria normal hingga bawah normal," sambung Christianto.

Untuk itu, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan air agar tak sampai kekeringan. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dengan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Editorial Team