Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SPMB Makassar 2026 Pisahkan 3 Server untuk Cegah Down System
Fitur SPMB Makassar 2026 lewat aplikasi LONTARA+. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Pemkot Makassar memisahkan server SPMB 2026 menjadi tiga untuk PAUD, SD, dan SMP guna mencegah gangguan sistem akibat lonjakan akses saat pendaftaran.
  • Tim teknis melakukan uji ketahanan dengan simulasi beban tiga kali lipat untuk memastikan stabilitas dan keamanan sistem digital SPMB 2026.
  • Dinas Pendidikan memperpanjang masa simulasi hingga 21 Mei 2026 agar dapat mengevaluasi kendala teknis sebelum pendaftaran resmi dibuka pada Juni mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar memisahkan server Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi tiga bagian untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP. Hal ini disiapkan guna mengantisipasi lonjakan akses saat proses pendaftaran berlangsung.

Pembenahan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya. Saat itu, sistem sempat mengalami gangguan akibat tingginya jumlah pengguna yang mengakses portal secara bersamaan.

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan sebelumnya seluruh layanan SPMB masih terpusat pada satu server. Kondisi itu dinilai berisiko memicu penumpukan akses dan memperlambat layanan saat jam pendaftaran ramai.

"Tahun ini sistem dipisahkan menjadi tiga server berbeda, masing-masing untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP," kata Gita, Rabu (20/5/2026).

1. Server dipisah untuk hindari penumpukan akses

Ilustrasi PPDB (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Menurut Gita, pembagian server disiapkan agar performa sistem lebih stabil selama proses pendaftaran berlangsung. Pemkot Makassar ingin meminimalkan risiko gangguan teknis seperti server down yang sempat dikeluhkan masyarakat pada tahun sebelumnya.

"Pembagian server ini dilakukan untuk menghindari penumpukan akses seperti tahun lalu. Dengan sistem terpisah, diharapkan performa layanan menjadi lebih stabil," katanya. 

2. Sistem diuji dengan simulasi beban tiga kali lipat

Ilustrasi PPDB. IDN Times/Fariz Fardianto

Selain memisahkan server, tim teknis juga menggelar uji ketahanan sistem atau penetration test untuk memastikan kesiapan layanan digital SPMB 2026. Pengujian itu memakai simulasi beban akses hingga tiga kali lipat dari perkiraan jumlah pengguna pada hari pendaftaran.

"Uji coba ini akan kembali dilakukan menjelang pelaksanaan SPMB untuk memastikan kesiapan maksimal. Dalam upaya menjaga transparansi dan mencegah potensi kecurangan," tutur Gita.

3. Simulasi SPMB diperpanjang hingga 21 Mei 2026

Ilustrasi PPDB. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Makassar juga memperpanjang masa simulasi SPMB hingga 21 Mei 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan sistem sekaligus memberi ruang evaluasi terhadap berbagai kendala teknis yang ditemukan selama masa uji coba.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan masa simulasi dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan teknis. Tahapan ini berlangsung sebelum pendaftaran resmi dibuka pada Juni mendatang.

"Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan sistem yang transparan dan akuntabel. LONTARA+ menjadi solusi atas berbagai kekurangan pada pelaksanaan tahun sebelumnya," kata Achi.

SPMB 2026 di Kota Makassar sendiri dilaksanakan melalui sistem digital yang terintegrasi dengan aplikasi LONTARA+. Sistem ini memungkinkan masyarakat memantau proses pendaftaran, verifikasi, hingga pengumuman secara real-time.

Editorial Team