Makassar, IDN Times - Memasuki hari keempat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar kembali menghadapi persoalan klasik. Pendaftar menumpuk di sekolah-sekolah favorit, sementara sebagian sekolah lain justru kekurangan murid.
Sejak dibuka 30 Juni 2025 lalu, sistem pendaftaran sempat terkendala server overload pada hari pertama. Meski kemudian berjalan lancar, data pendaftar menunjukkan ketimpangan distribusi siswa belum terpecahkan.
Di SMP 30 misalnya, jumlah pendaftar sudah menembus 600 orang, padahal daya tampungnya hanya 356 siswa. Kondisi serupa terjadi di sejumlah SMP negeri lain yang rutin diserbu pendaftar setiap tahun.
Sebaliknya, beberapa sekolah penyangga justru sepi peminat. SMP 49 di Kopa, misalnya, hanya diisi 15 pendaftar dari total kuota 95 kursi jalur domisili.