Makassar, IDN Times – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengumumkan skema Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Meski jumlah peminat terus meningkat, Unhas memilih menurunkan daya tampung demi menjaga kualitas dan akuntabilitas proses seleksi.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa mengungkapkan, beban seleksi setiap tahun semakin berat. Dia menjadikan seleksi pada tahun 2025 sebagai contoh.
“(Unhas) melakukan persiapan rutin yang saya kira menjadi kewajiban kami, yang sangat berat dari sisi peminatan. Tahun lalu sekitar 85 ribu peminat dan hanya menerima sekitar 11 ribu,” kata Jamaluddin dalam konferensi pers di Unhas, Selasa (20/1/2026).
Unhas menetapkan total daya tampung awal mahasiswa baru 2026 sebanyak 11.623 orang, turun dibanding tahun 2025 yang mencapai 11.825 kursi. Penurunan ini terjadi meski minat pendaftar ke Unhas terus meningkat setiap tahun.
Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Unhas justru menambah kuota penerimaan. Pada 2026, kuota SNBP mencapai 3.620 mahasiswa atau 31,14 persen dari total daya tampung. Angka ini naik dibanding tahun 2025 yang berada di level 3.270 mahasiswa atau 27,65 persen, sekaligus melampaui ketentuan minimum PTNBH sebesar 20 persen.
Sebaliknya, kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mengalami penurunan. Jika pada 2025 jalur SNBT menampung 6.242 mahasiswa atau 52,79 persen, maka pada 2026 jumlahnya turun menjadi 5.761 mahasiswa atau 49,57 persen. Meski menurun, kuota SNBT Unhas tetap berada di atas batas minimum PTNBH sebesar 30 persen.
Sementara itu, untuk jalur seleksi mandiri, Unhas kembali menegaskan tidak menggunakan kuota maksimal yang diperbolehkan bagi PTNBH. Pada 2026, kuota seleksi mandiri ditetapkan 2.242 mahasiswa atau 19,29 persen, turun tipis dari tahun 2025 yang mencapai 2.313 mahasiswa atau 19,56 persen. Padahal, aturan PTNBH memperbolehkan kuota seleksi mandiri hingga 50 persen.
