Makassar, IDN Times - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memaparkan peluang ekonomi dan investasi di daerahnya pada Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). Dia menjadi salah satu pembicara saat sesi Success Story.
Sherly menyebut Maluku Utara kuat karena hilirisasi nikel dan memproduksi sekitar 40 persen kebutuhan nasional, meski infrastruktur belum sepenuhnya siap. Meski begitu, sekitar 80 persen kebutuhan Maluku Utara masih dipasok dari luar daerah, termasuk Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
"Oleh karena itu, saya hadir di sini sebagai Gubernur Maluku Utara mengundang para saudagar Bugis yang ada di sini yang mungkin punya kompetensi di telur, di ayam, pelayaran, supply chain, logistik untuk bisa masuk melihat potensi yang ada di Maluku Utara," ucapnya.
