Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sherly Tjoanda Ajak Saudagar Bugis Makassar Garap Potensi Ekonomi Malut
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menjadi pembicara pada sesi Success Story Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memaparkan potensi investasi daerahnya di PSBM XXVI 2026, mengundang saudagar Bugis-Makassar untuk berinvestasi di sektor pangan, logistik, dan perikanan.
  • Maluku Utara memiliki peluang besar di sektor pangan dan perikanan dengan nilai potensi mencapai triliunan rupiah, namun masih kekurangan armada tangkap, investor, serta fasilitas cold storage.
  • Pemerintah daerah fokus mengembangkan industri kelapa dan menjadikan Maluku Utara sebagai pintu gerbang ekonomi Indonesia Timur melalui peningkatan produktivitas dan ekspor produk turunan kelapa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memaparkan peluang ekonomi dan investasi di daerahnya pada Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). Dia menjadi salah satu pembicara saat sesi Success Story. 

Sherly menyebut Maluku Utara kuat karena hilirisasi nikel dan memproduksi sekitar 40 persen kebutuhan nasional, meski infrastruktur belum sepenuhnya siap. Meski begitu, sekitar 80 persen kebutuhan Maluku Utara masih dipasok dari luar daerah, termasuk Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

"Oleh karena itu, saya hadir di sini sebagai Gubernur Maluku Utara mengundang para saudagar Bugis yang ada di sini yang mungkin punya kompetensi di telur, di ayam, pelayaran, supply chain, logistik untuk bisa masuk melihat potensi yang ada di Maluku Utara," ucapnya. 

1. Peluang bisnis pangan dan perikanan

ilustrasi produk perikanan laut denmark (pexels.com/Francesco Ungaro)

Menurut Sherly, kebutuhan pangan di Maluku Utara terbuka luas bagi investor. Penduduk sekitar 1,4 juta membutuhkan ayam sekitar 25 ribu ton per tahun dengan potensi nilai hampir Rp1 triliun, sementara kebutuhan telur mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun senilai Rp800 miliar.

Begitupun dengan tuna, sektor perikanan di Maluku Utara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini juga mencakup wilayah perairan Maluku dan Sulawesi Utara.

"Berdasarkan data dari KKP, perikanan kita punya potensi sekitar Rp14 triliun yang sampai hari ini baru dimanfaatkan sekitar 20 persen karena kurang armada tangkap, masih kurang investor, dan masih kurang cold storage dan processing-processing lainnya," katanya 

Selain itu, kebutuhan beras di Maluku Utara diperkirakan senilai Rp2,5 triliun per tahun. Sherly menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat melalui Bukalapak baru 10 ribu hektare diharapkan dapat memperkuat produksi lokal.

2. Pengembangan kelapa dan industri hilir

ilustrasi kelapa (pexels.com/id-id/bogdankrupin)

Maluku Utara juga memiliki potensi kelapa yang besar, dengan produksi saat ini sekitar Rp1,5 miliar per tahun. Pemerintah daerah berfokus pada peningkatan produktivitas dan pasokan bahan baku melalui pembibitan, serta pengoperasian pabrik kelapa untuk ekspor coconut milk dan desiccated coconut.

Saat ini, dua pabrik kelapa di Maluku Utara sudah beroperasi dengan kapasitas sekitar 300 kontainer per bulan. Pabrik ketiga dijadwalkan selesai pada pertengahan 2027 dengan kapasitas seribu kontainer per bulan, mengekspor produk coconut milk dan desiccated coconut ke Cina.

"Pabrik saat ini 2 sudah jalan, 1 sedang bangun. Kita memastikan dengan merencanakan pembibitan yang baik, supply bahan baku untuk kelapa itu bisa lebih stabil," kata Sherly.

3. Maluku Utara sebagai pintu gerbang ekonomi Indonesia Timur

ilustrasi ekonomi (IDN Times)

Biasanya, kata Sherly, Maluku Utara dikenal sebagai daerah pinggiran dengan kategori 3T (tertinggal, terpencil, dan terluar). Kini, wilayah tersebut diposisikan kembali sebagai pintu gerbang ekonomi baru Indonesia Timur.

Sherly pun mengundang para saudagar Bugis-Makassar memanfaatkan peluang investasi di sektor pangan, perikanan, dan kelapa. Dia juga mendorong partisipasi mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.

"Buat para pedagang Bugis yang ada di sini yang mau mengambil peluang di Maluku Utara jika kalian siap kami tunggu di Maluku Utara," ucapnya.

Editorial Team