Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Setelah 16 Tahun Bermusik, Grup Musik TOD Umumkan Hiatus
Para personel grup musik tod asal Makassar. (instagram.com/todmusik)
  • Grup musik folk-kontemporer tod asal Makassar resmi mengumumkan hiatus setelah 16 tahun berkarya, melalui unggahan di akun Instagram mereka pada 12 April 2026.
  • Tod dikenal karena memadukan unsur musik tradisional Sulawesi Selatan dengan gaya modern, menjadikannya pionir genre folk-kontemporer dan tampil di berbagai festival besar termasuk Synchronize Fest 2023.
  • Mini album 'Silaga' yang dirilis pada 2024 menjadi karya terakhir tod sebelum hiatus, melanjutkan perjalanan musikal mereka sejak debut lewat 'Dialog Ujung Suar' pada 2013.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Grup musik tod dari Makassar bilang mereka mau berhenti dulu main musik setelah 16 tahun. Mereka tulis kabar itu di Instagram dan bilang terima kasih banyak. Mereka belum tahu kapan mulai lagi, tapi ingin lagu-lagu mereka tetap didengar. Sekarang mereka istirahat, tapi musiknya masih bisa teman-teman dengar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kabar mengejutkan datang dari ekosistem musik Makassar. Grup musik folk-kontemporer, tod (To Riolo A'dendang, dulu Theory of Discoustic), mengumumkan keputusan untuk hiatus dari aktivitas bermusik setelah menempuh perjalanan selama 16 tahun. Pengumuman tersebut dibagikan melalui akun media sosial Instagram resmi mereka, @todmusik, pada Minggu (12/4/2026).

"Teman-teman, senang rasanya menjadi bagian kecil dalam kancah musik selama 16 tahun terakhir. Ucapan terima kasih saja kami rasa tidak cukup untuk segala bentuk apresiasi juga dukungan yang telah teman-teman berikan," tulis tod dalam keterangan unggahannya.

1. Grup musik tod berharap lagu-lagu mereka tetap didengar di masa hiatus

Lebih jauh, tidak dijelaskan secara rinci alasan menepi sejenak dari aktivitas bermusik. Meski begitu, mereka berharap lagu-lagu yang telah dirilis tetap bisa didengar oleh para penggemarnya.

"Kami ingin menyampaikan jika kami akan berhiatus hingga waktu yang belum kami pastikan. Semoga secercah karya yang selama satu setengah dekade terakhir kami hasilkan dapat tetap menemani," lanjut pernyataan tersebut.

Grup musik tod menutup salam pamitnya dengan ucapan apresiasi khas Makassar. "Tiga kali lagi: terima kasih, terima kasih, terima kasih. Mariki'," pungkas mereka.

2. Dikenal karena membawakan musik folk dengan unsur kebudayaan Sulawesi Selatan

Grup musik tod asal Makassar saat tampil di acara Makassar International Writers Festival tahun 2024. (dok. Makassar Internasional Writers Festival)

Dibentuk pada tahun 2010, band ini awalnya memilih jalur melodic punk, sangat berbeda dengan genre yang mereka usung sekarang. Tapi seiring waktu, haluan musik dan kreatif mereka mulai berubah. Mereka memilih musik tradisional dan mengangkat tema kebudayaan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penggabungan unsur tradisional dan modern, membuat mereka menjadi pionir dalam genre folk-kontemporer di Makassar. Pilihan tersebut membuat tod mencuri perhatian khalayak musik. Tak cuma mendapat kehormatan tampil di banyak festival musik dan acara kebudayaan di Makassar, mereka juga sempat mengisi Synchronize Fest edisi 2023.

Setelah 16 tahun, tod termasuk jarang mengganti personel. Formasi tod sebelum hiatus adalah Dian Megawati (vokal/harmonika), Nugraha Pramayudi (gitar), Fadli FM (bass), Reza Enem (gitar), Azimah Fada (keyboard), dan Viola Fada (drum/perkusi).

3. Mini album "Silaga" (2024) jadi rilisan terakhir tod sebelum memutuskan hiatus

Perjalanan musik tod dimulai dengan mini album "Dialog Ujung Suar" (2013), disusul oleh album penuh "Alkisah" (2014) yang mempertegas arah baru musikalitas mereka. Puncaknya, yakni "La Marupè" (2018) yang mendapat pujian dari beberapa media nasional atas pilihan aransemen musiknya.

Masuk dekade kedua, mereka terus bereksplorasi melalui single "Songkabala" (2021), yang mengangkat tema tradisi tolak bala di masyarakat Bugis. Jejak rekaman terbaru mereka adalah mini album bertajuk "Silaga" yang dirilis pada 2024 lalu, dengan lagu-lagu yang menceritakan mitos serta sejarah Sulsel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team