Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
-
Serpihan puing diduga pesawat 42-500 PK-THT ditemukan oleh pendaki di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok.Warga).

Makassar, IDN Times - Beredar foto dan video diduga puing-puing serpihan Pesawat ATR 42-500 PK-THT (sebelumnya di tulis ATR 400) yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) ditemukan oleh pendaki di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dalam video 23 detik yang dilihat IDN Times, seorang pendaki di Puncak Gunung Bulusaraung memperlihatkan serpihan yang diduga dari pesawat ATR 42-500 PK-THT.

"Barang bukti pesawat jatuh, belum ditahu, apakah (serpihan) pesawat atau helikopter di Gunung Bulusaraung," ucap seorang pendaki sambil merekam serpihan tersebut.

Sementara foto - foto yang beredar ada kertas bergambar pesawat bertuliskan producer normal operation additional normal producer. Dan terlihat ada dua buah benda yang diduga merupakan puing pesawat, terlihat tempelan kertas yang juga berwarna cokelat dengan tulisan putih bertuliskan FWD serta terdapat bentuk tanda panah.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT yang mengangkut 11 orang dengan rute Yogyakarta - Makassar dilaporkan hilang kontak, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Meski begitu, belum diketahui pasti apakah puing yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR yang dilaporkan hilang. Sebab belum ada konformasi resmi dari pihak yang berwenang, baik dari Basarnas maupun TNI/Polri.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pesawat terakhir terdeteksi di koordinat 4°57’08” LS dan 119°42’54” BT.

“Saat ini kami telah menuju lokasi sesuai koordinat yang diberikan AirNav, yakni di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros,” kata Sultan kepada wartawan, Sabtu.

Usai menerima laporan tersebut, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi pencarian. Tim dilengkapi dengan kendaraan operasional dan drone.

“Tadi sudah kami berangkatkan tim pertama sebanyak lima orang untuk melakukan asesmen awal. Selanjutnya akan diberangkatkan tim kedua berjumlah 15 orang bersama potensi SAR sekitar 40 personel,” ujar Sultan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team