Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sendiri dari Taliabu, Iswanti Berlayar Dua Hari Demi Naik Haji
Iswanti Jahidin Hane, satu-satunya anggota jemaah haji asal Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, pada pemberangkatan haji tahun 2026. (IDN Times/Darsil Yahya)
  • Sebanyak 393 jemaah haji asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, termasuk Iswanti Jahidin Hane yang berasal dari Pulau Taliabu sebagai satu-satunya perwakilan daerahnya.
  • Iswanti menempuh perjalanan laut dua hari dua malam dari Taliabu ke Ternate sebelum terbang ke Makassar, setelah dua kali penundaan keberangkatan pada tahun sebelumnya.
  • Meskipun sempat kecewa tanpa prosesi pelepasan daerah, Iswanti merasa terharu dengan sambutan hangat di Embarkasi Makassar dan menyiapkan doa terbaik untuk keluarga serta daerahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Iswanti itu ibu guru dari Pulau Taliabu. Dia mau naik haji, tapi cuma dia sendiri yang berangkat dari sana. Dia naik kapal dua hari dua malam sampai ke Ternate, lalu naik pesawat ke Makassar. Sekarang dia sudah sampai di asrama haji dan senang sekali karena bisa berangkat dengan selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Sebanyak 393 anggota jemaah haji kelompok terbang (kloter) 13 asal Maluku Utara, tiba di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2026) malam. Dari ratusan orang dalam rombongan, ada satu yang harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan karena berasal dari wilayah paling jauh dan terpencil di Malut.

Anggota jemaah tersebut bernama Iswanti Jahidin Hane. Dia berasal dari Desa Sahu, Kecamatan Gela, Kabupaten Pulau Taliabu. Berprofesi sebagai guru SMA, dia merupakan satu-satunya orang asal Pulau Taliabu dalam kloter.

1. Menempuh jarak ratusan kilometer menggunakan kapal laut

Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Pulau Taliabu diketahui berjarak sekitar 462 kilometer menuju Ternate, ibu kota Provinsi Maluku Utara, melalui jalur laut. Iswanti menjelaskan, ia harus menempuh perjalanan laut selama dua hari dua malam dari Pulau Taliabu menuju Ternate sebelum melanjutkan perjalanan udara ke Makassar.

"Saya asli kelahiran (Pulau) Taliabu, cuma tugas (mengajar) di Kabupaten Kepulauan Sula karena ikut suami," ucap Iswanti saat ditemui di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu.

Meski harus menempuh perjalanan panjang yang menguras energi, Iswanti mengaku bersyukur bisa tiba dengan selamat bersama jemaah lainnya. "Alhamdulillah baik, sehat," ujarnya.

2. Satu-satunya yang berangkat dari Taliabu

Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Iswanti menuturkan, perjalanannya dimulai dari Desa Sahu, Kecamatan Gela, Pulau Taliabu. Ia kemudian menempuh perjalanan laut dan sempat menginap di Pelabuhan Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.

"Pagi baru berangkat ke Sanana (Kabupaten Kepulauan Sula), perjalanan juga satu hari, selanjutnya ke Ternate. Jadi total ada dua hari dua malam (perjalanan laut)," ujarnya.

Setibanya di Ternate, perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan sekitar dua jam menuju Makassar.

Ia mengungkapkan, sebenarnya terdapat 55 orang dari wilayahnya yang mendaftar haji. Namun, karena kebijakan kuota dan regulasi yang berlaku, hanya dirinya yang berangkat tahun ini.

"Kalau yang lain (55 orang) sudah ada namanya, tapi belum pelunasan, sehingga dengan adanya regulasi yang ada, mereka belum bisa berangkat," tuturnya.

Iswanti juga menyebut dirinya telah dua kali mengalami penundaan keberangkatan, yakni pada 2024 dan 2025.

3. Puas dengan fasilitas di Embarkasi Makassar

Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Sebagai jemaah dari wilayah terjauh, Iswanti mengaku sempat merasa kecewa karena tidak mendapatkan prosesi pelepasan dari pemerintah daerahnya, berbeda dengan jemaah lain dari kabupaten/kota lain. "Mungkin karena mereka pikir saya cuma satu orang," ucapnya.

Namun, rasa kecewa tersebut terbayarkan setelah tiba di Asrama Haji Sudiang. Ia mengaku mendapatkan penyambutan yang baik dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), berbeda saat berada di asrama haji transit Ternate.

Dengan penuh haru, ia mengaku telah menyiapkan doa-doa terbaik untuk keluarga dan daerahnya saat berada di Tanah Suci. "Sudah jelas bahwa setiap kita berangkat ke sana (Tanah Suci), maunya yang terbaik untuk keluarga, untuk daerah kita, untuk Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kloter 13 Embarkasi Makassar Arif Bilo mengatakan, jemaah berasal dari delapan kabupaten dan dua kota di Malut. Dari total jemaah, terdapat sekitar lima persen kategori lanjut usia.

"Kloter 13, sekitar 19 orang lansia," ungkapnya.

Editorial Team