Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muh Haris di Kantor Biddokes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muh Haris di Kantor Biddokes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Makassar, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Polri memastikan satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, merupakan pramugari bernama Esther Aprilita.

Pengumuman itu disampaikan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muh Haris di Kantor Biddokes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026).

"Teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis, cocok dengan nomor ante mortem 002 sebagai Esther Aprilita usia 26 tahun," kata Haris.

Hingga saat ini, kata Haris, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi tiga korban dari empat kantong jenazah yang telah diterima.

Sebelumnya, dua jenazah yang teridentifikasi yaitu Florencia Lolita Wibisono sebagai pramugari dan Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Editorial Team