Makassar, IDN Times - Berbicara tentang Perang Makassar (1666-1669), ada banyak hal yang sering luput disinggung dalam buku sejarah. Selain Perjanjian Bongaya 1667, praktis kejadian-kejadian menarik yang selingi bentrok supremasi tersebut kini berstatus sebagai catatan kaki semata.
Mulai dari berkhianatnya bangsawan lingkar dalam istana Kesultanan Gowa-Tallo, ribuan rakyat yang mengungsi ke kamp pasukan VOC hingga keterlibatan sejumlah kerajaan tetangga.
Salah satunya yakni wabah yang menginfeksi banyak pasukan Gowa-Tallo dan koalisi pimpinan Kompeni. Alhasil, sembari menghadapi sengitnya ofensif dan duel senjata, mereka juga diteror penyakit menular mematikan.
