Evakuasi warga tertimbun longsor di Rumbia, Jeneponto, Sulsel. IDN Times/Basarnas Makassar
Lebih lanjut kata Arman, saat ini proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsor dihentikan sementara waktu. Penghentian menyusul kondisi medan yang berada di dataran tinggi dan kurangnya pencahayaan. Selain itu, tim SAR juga membutuhkan waktu untuk menenangkan kondisi fisik.
Proses pencarian sisa korban rencananya akan dilakukan pada Minggu (14/6) besok pagi. Empat warga yang menjadi korban telah diketahui identitasnya, masing-masing adalah, Madeng (50), Yabu (60), Neneng (60), dan cucunya NN.
Keempatnya disebutkan merupakan warga setempat. Longsor diketahui terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang melanda daerah itu sejak Jumat (13/6) malam kemarin. Selain longsor, banjir juga dilaporkan merendam beberapa lokasi di Jeneponto.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir dan tanah longsor di Jeneponto mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya mengatakan, banjir juga menyeret mobil mini bus dan enam rumah panggung rusak berat.
Akses jalan poros bahkan disebutkan tertimbun material longsor. "Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto, banjir dan longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak pukul 13.00 Wita (kemarin)," kata Raditya dalam siaran pers yang diterima jurnalis di Makassar, hari ini.