Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260129_110627.jpg
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali memberi keterangan pers di sela Rakorwil PSI Sulsel–Sulbar di Hotel Claro, Makassar, Rabu (28/1/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Makassar, IDN Times - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menegaskan hingga kini Rusdi Masse (RMS) belum berstatus sebagai kader PSI. Hal itu lantaran RMS belum mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) partai. Meski demikian, PSI menyatakan kesiapan menyambut RMS apabila tokoh politik Sulawesi Selatan tersebut memutuskan bergabung.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Ali di sela rangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Rabu (28/1/2026). Menurutnya, selama RMS belum ber-KTA, PSI belum dapat menentukan posisi atau peran apa pun bagi yang bersangkutan di internal partai.

"Pak RMS hari ini Belum menentukan sikap bagaimana. Jadi tentunya karena dia belum ber-KTA PSI, maka kami belum menentukan posisi apa di situ,"  kata Ahmad Ali.

1. PSI buka pintu lebar untuk RMS

Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. (Dok. Istimewa)

Meski status keanggotaan belum ditetapkan, Ahmad Ali menekankan sikap terbuka PSI terhadap kemungkinan bergabungnya RMS. Dia menyebut kehadiran RMS akan menjadi kehormatan tersendiri bagi PSI, mengingat rekam jejak dan pengaruh politik RMS di Sulawesi Selatan.

"Pastinya bahwa akan menjadi sangat terhormat bagi PSI ketika Pak RMS Kemudian bergabung di PSI. Akan memberikan karpet merah yang sangat panjang ketika beliau bergabung di PSI," katanya.

2. Optimisme PSI perkuat basis di Sulawesi

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyerahkan bendera pataka kepada Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan terlantik, Muammar Gandi Rusdi, dalam prosesi pelantikan pengurus DPW dan DPD PSI se-Sulsel pada Rakorwil PSI di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/1/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Ahmad Ali juga menyampaikan keyakinannya bahwa bergabungnya RMS dapat memperkuat basis PSI di kawasan timur Indonesia. Menurut dia, pengalaman kebersamaan di masa lalu, saat Ahmad Ali masih dj NasDem bersama RMS, menjadi modal optimisme bahwa Sulawesi bisa menjadi salah satu wilayah kuat PSI ke depan.

"Artinya itu apa? Saya sangat optimis bahwa ketika Pak RMS bergabung, maka saya berani kalau kemarin ketua umum saya Berani mengklaim Jawa-Tengah sebagai kandangnya Gajah, maka hari ini Saya akan mengatakan Sulawesi akan menjadi Kandangnya Gajah," kata Ahmad Ali.

Pernyataan gajah ini merujuk pada logo baru PSI yang bergambar gajah. Gajah disimbolkan sebagai kekuatan.

3. Pengalaman lama jadi modal keyakinan

Rusdi Masse saat masih menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Ahmad Ali menyebut keyakinan tersebut bukan tanpa dasar, sebab kebersamaan dengan RMS telah teruji sejak lama. Dia menyinggung pengalaman politik bersama di NasDem sebagai bukti konkret kekuatan jaringan dan pengaruh RMS di Sulawesi.

Menurut Ahmad Ali, konsolidasi politik di Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan, pernah membuahkan hasil signifikan ketika dijalankan bersama RMS. Karena itu, dia percaya pola serupa dapat terulang di PSI.

"Kami pernah menjadikan Sulawesi ini sebagai kandangnya Partai Biru dulu. Insyallah sejarah itu akan terulang di Parti Solidaritas Indonesia," kata Ahmad Ali.

Editorial Team