Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSM Makassar versus Malut United di musim 2025/2026.
Kiper Malut United Alan Bernardon (kanan) menahan bola tendangan pesepak bola PSM Makassar Fahrul Aditya (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (21/12/2025). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar

Intinya sih...

  • PSM Makassar lepas dari sanksi FIFA dan siap belanja pemain baru

  • Manajemen bergerak cepat untuk mendatangkan amunisi tambahan demi menutup kelemahan tim

  • Pemain baru diharapkan menjadi game changer dalam taktik pelatih Tomas Trucha

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - PSM Makassar akhirnya bisa memperkuat skuat di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Berdasarkan pantauan terbaru di situs resmi FIFA pada Selasa (20/1/2026), nama klub tersebut resmi dihapus dari daftar klub yang terkena sanksi larangan pendaftaran pemain (registration bans).

Keberhasilan manajemen dalam menyelesaikan sengketa terakhir yang dijatuhkan pada 9 Januari 2026 lalu membuat PSM kini bersih dari embargo transfer. Mereka suah secara legal telah mendapat kembali hak untuk mendaftarkan pemain baru di database milik operator kompetisi.

1. PSM siap mendatangkan pemain baru setelah lepas dari semua sanksi FIFA

Pesepak bola PSM Makassar Savio Roberto (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Malut United Tri Setiawan (kedua kanan) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (21/12/2025). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar

Bebasnya PSM dari jeratan sanksi FIFA jadi momentum krusial bagi pelatih Tomas Trucha. Mengingat bursa transfer tengah musim masih terbuka, manajemen kini memiliki ruang gerak untuk mendatangkan amunisi tambahan. Langkah ini demi menutup kelemahan tim di putaran pertama, terutama di lini serang dan sektor pertahanan.

Sebelumnya, PSM sempat dibayangi kekhawatiran karena tidak bisa mendaftarkan pemain baru akibat dua sanksi berbeda. Beruntung, respons cepat manajemen dalam melunasi kewajiban atau menyelesaikan sengketa finansial membawa Pasukan Ramang tak berlama-lama dalam kubangan sanksi.

2. Pemain baru digadang-gadang menjadi game changer di putaran kedua kompetisi

Pelatih kepala PSM Makassar, Tomas Trucha, dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan pada 20 November 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar)

Dengan hilangnya rintangan administratif, fokus utama PSM kini beralih sepenuhnya ke lapangan hijau. Manajemen dan tim pelatih diharapkan bisa bergerak cepat mencari rekrutan anyar. Selain itu, pemain baru juga akan menjadi materi berharga dan game changer dalam taktik Trucha.

Bursa transfer tengah musim BRI Super League 2025/2026 sendiri sudah dibuka sejak tanggal 10 Januari lalu hingga 3 Februari mendatang. Selam kurang dari sebulan, tim-tim kasta teratas harus bergerak cepat mencari pemain baru untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah posisi yang dianggap krusial.

3. Abu Kamara santer dikabarkan akan hengkang pada bursa transfer tengah musim

Pemain PSM Makassar, Abu Kamara (tengah), saat merayakan gol yang ia cetak ke gawang Semen Padang dalam laga pekan ketiga BRI Super League 2025/2026 di Stadion H. Agus Salim Padang pada 22 Agustus 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

PSM sendiri belakangan ini dihubungkan dengan dua pemain asing. Mereka adalah bek sayap Todor Todoroski asal Makedonia Utara, serta gelandang serang berpaspor Suriah yakni Simon Amin yang sebelumnya bermain di kasta kedua Swedia.

Di sisi lain, sudah ada dua pemain dilepas. Mereka adalah dua pemain muda Karel Ridzald Iek dan Arham Darmawan berlabuh ke klub Championship yakni Persipal Palu dengan status pinjaman hingga akhir musim. Abu Kamara juga santer disebut akan hengkang setelah tidak masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) beberapa laga terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team