Makassar, IDN Times - Rencana pembentukan Satgas Pencegahan Aksi Demonstrasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menuai kritik dari organisasi masyarakat sipil. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel menilai kebijakan itu berpotensi membatasi ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat.
Kepala Departemen Eksternal WALHI Sulsel, Rahmat Kottir, menyatakan sejak awal pihaknya menolak rencana tersebut. Menurutnya, satgas berpotensi membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
"Ini upaya pemerintah untuk mempersempit atau membatasi masyarakat sipil untuk melakukan protes, untuk menyampaikan aspirasi," kata Rahmat, saat diwawancarai, usai diskusi publik terkait hal tersebut Nol Tiga Café, Makassar, Jumat (13/22026). (IDN Times/Asrhawi Muin)Jumat (12/2/2026).
