Kawasan Five Dock di Sydney, Australia, lokasi pengembangan perusahaan properti One Global Capital yang didirikan orang Indonesia Iwan Sunito. (Dok. Istimewa)
Pendiri dan Chairman perusahaan, Iwan Sunito, menjelaskan proyek Five Dock berangkat dari investasi sekitar AUD5 juta lebih dari dua dekade lalu. Nilainya meningkat signifikan setelah rezoning kawasan disetujui otoritas New South Wales pada 2019.
Ia menegaskan filosofi investasi perusahaan tidak berorientasi pada spekulasi cepat. Fokus utama diarahkan pada aset nyata dengan tata kelola ketat dan pemahaman siklus pasar.
“Kami tidak pernah mengejar hype, namun fokus pada aset nyata yang kami pahami secara mendalam. Di Five Dock, prinsip kami: buy well, add value, and sell well. Dan kini, kesabaran itu terbayar,” ungkap Iwan Sunito dalam keterangan tertulis. Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, secara rata-rata proyek Five Dock menghasilkan laba lebih dari AUD100 juta atau sekitar 20 kali dari modal awal. Investor dengan dana AUD250.000 menerima distribusi sekitar AUD2,75 juta atau 11 kali lipat termasuk pengembalian modal.
“Dalam mata uang Rupiah, dampaknya bahkan lebih impresif, di mana investasi awal yang setara Rp1,2 miliar, kini nilainya bisa mencapai Rp28,9 miliar—atau 24 kali lipat,” tukasnya.