Makassar, IDN Times - Periode Ramadan dan Idulfitri dinilai menjadi fase rawan kenaikan harga di Sulawesi Selatan. Peningkatan permintaan masyarakat pada Februari hingga Maret 2026 ini berpotensi mendorong tekanan inflasi lebih tinggi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan pola tersebut terjadi hampir setiap tahun. Saat memasuki bulan puasa, konsumsi rumah tangga meningkat dan diikuti penyesuaian harga oleh pedagang.
"Bulan Februari-Maret nanti kan bulan puasa. Kebiasaan memang ada demand meningkat. Kemudian, ada kebiasaan juga para pedagang itu naikkan harga," kata Rizki, Sabtu (14/2/2026).
