Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proyek Nasional Dievaluasi, Kawasan Industri Takalar Terancam Disetop
Kepala Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Makassar, IDN Times - Pemerintah pusat sedang mengevaluasi 58 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang belum disentuh pembangunannya, bahkan terancam akan dikeluarkan. Di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), ada 8 proyek PSN. 

Dari 8 proyek itu, 7 PSN menunjukkan progres baik. Satu proyek yang belum menunjukkan progres karena masih terkendala yaitu Kawasan Industri Takalar (KITA).

Pj Sekprov Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan berharap proyek KITA tidak akan dikeluarkan dari PSN. Dia masih optimistis proyek KITA dapat dilanjutkan ke depannya karena proyek yang didorong masuk ke PSN memiliki nilai yang strategis dan ekonomi.

"Kita berharap bahwa PSN ini bisa terus dilanjutkan terutama yang mempunyai nilai strategis yang mendukung kehidupan masyarakat," kata Darmawan, Rabu (19/7/2023).

1. Tidak menunjukkan progres

Pj Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Darmawan Bintang. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Evaluasi 58 PSN bertepatan dengan 8 tahun program percepatan pembangunan infrastruktur melalui PSN di Indonesia. Sejauh ini, jumlah PSN rampung sebanyak 158 proyek dari target penyelesaian 210 proyek.

Di Sulsel, 8 PSN yang sebelumnya telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yaitu Bendungan Passeloreng di  Kabupaten Wajo, dan Bendungan Karraloe di Kabupaten Gowa dan Jeneponto. 

Kemudian, Kereta Api Makassar-Parepare lintas Maros-Barru yang masih berproses,  Bendungan Pammukulu di Kabupaten Takalar, Jaringan Irigasi Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara, Makassar New Port di Kota Makassar, dan Kawasan Industri Bantaeng dan Kawasan Industri Takalar.

Kawasan Industri Takalar sama sekali tak menunjukkan progres. Permasalahan izin lahan kawasan lagi-lagi jadi kendala.

"Secara spesifik, kita sudah melaksanakan sebenarnya usaha-usaha ke sana. Tidak ada kegiatan yang tidak mempunyai satu persoalan," kata Darmawan.

2. Memiliki banyak masalah

Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad. (Dok. Istimewa)

Pj Bupati Takalar, Setiawan Azwad,  menjelaskan bahwa sejak ditetapkan masuk dalam PSN, proyek ini tidak menunjukkan progres yang baik. Hal ini karena kontrak kerjasama dengan PT Kawasan Berikat Nusantara telah berakhir, serta masa berlaku dari penetapan lokasi juga telah berakhir.

Kawasan Berikat Nusantara, kata Setiawan, yang dulu diharapkan mengelola kawasan industri tersebut hingga kini tidak ada progresnya. Selain masalah izin lokasi yang sudah berakhir, kerjasama dengan investor sebelumnya juga berakhir.

"Saat ini, kita merintis investor yang menunjukkan minat terhadap pengelolaan kawasan tersebut," katanya.

3. Pemkab Takalar akan bernegosiasi soal lahan

Ilustrasi lahan (IDN Times/Handoko)

Setiawan menyebutkan bahwa hingga Kiki komunikasi terus digencarkan termasuk dengan masyarakat. Hal ini agar masalah pembebasan lahan tidak menjadi kendala dari pembangunan. 

Pemkab Takalar sendiri menargetkan dapat membebaskan lahan sekitar 100-200 hektar untuk pembangunan di awal terhadap kawasan industri tersebut. Pihaknya akan bernegosiasi dengan masyarakat terkait harga lahan tersebut.

"Sekarang ini kita berharap dalam waktu dekat sudah ada progres satu bulan dua bulan sudah ada lahan bisa digunakan," katanya.

Editorial Team