Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pria Makassar Tewas di Kamar Wisma, Malam Tragis Bersama Teman Kencan
Kamar salah satu wisma di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar yang menjadi lokasi kematian seorang pria/Dok. Istimewa
  • MR (47), buruh harian lepas, ditemukan tak sadarkan diri setelah terjatuh dari tempat tidur di sebuah wisma di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu malam.
  • Perempuan berinisial IF yang bersama MR sempat memijat punggungnya dan melihat kondisinya gelisah serta tidak responsif sebelum ia jatuh ke lantai.
  • MR dibawa ke RS Ibnu Sina Makassar, tetapi dinyatakan meninggal pukul 23.00 Wita. Polisi menunggu hasil visum dan masih menyelidiki penyebab kematiannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times — Minggu malam, sekitar pukul 23.00 Wita, di salah satu kamar wisma di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, hidup seorang pria berakhir dengan cara yang tak terduga.

MR (47), buruh harian lepas dari Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea Makassar, ditemukan tengkurap di lantai kamar dalam keheningan. Sementara bagi perempuan berinisial IF (47) yang bersamanya, tak akan melupakan kenangan malam tragis itu.

Sore itu, dua orang dengan latar belakang serupa memutuskan untuk bertemu. MR yang bekerja sebagai buruh lepas dan IF, seorang perempuan berusia sama, janjian bertemu di sebuah wisma. Rencana sederhana yang kemudian berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius.

Mereka langsung menuju salah satu kamar setelah berurusan dengan resepsionis. Di dalam ruang itu, dengan pemandangan standar kamar menginap berupa tempat tidur, kursi, dan kamar mandi, MR langsung membuka bajunya dan menyampaikan ingin mandi. Tindakan rutin yang tak menunjukkan apa-apa tentang apa yang akan terjadi beberapa jam kemudian.

Sementara MR membersihkan diri, IF duduk menunggu di samping tempat tidur, menemani kesunyian ruangan itu dengan pikirannya sendiri.

1. Momen-Momen Biasa Sebelum Segalanya Berubah

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Ketika MR keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar, keintiman dimulai. Ia membawa dua botol air mineral dan beberapa bungkus roti yang jadi persediaan kecil untuk menemani waktu mereka. Mereka duduk, berbicara, dan MR merokok dengan tenang, seolah-olah ini adalah kunjungan biasa ke wisma.

IF mendengarkan, sesekali membalas percakapan. Ini adalah ritual yang familiar bagi banyak orang di mana dua individu yang menghabiskan waktu, berbagi kata-kata tanpa beban makna mendalam.

Lalu MR berbaring di tempat tidur sambil terus merokok. IF masih duduk di kursi, fokus pada ponselnya, membiarkan MR melakukan apa yang ia inginkan.

2. Ketika Permintaan Berubah Menjadi Kekhawatiran

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

"Ayo," ajak MR kepada IF, mengekspresikan keinginannya untuk berhubungan intim. Namun IF ingin berbeda. Ia lebih tertarik untuk terus berbicara, untuk memperdalam koneksi melalui percakapan sebelum hal lain terjadi.

Tapi MR mengeluh. Punggungnya sakit, beban fisik dari pekerjaan sebagai buruh harian lepas. IF bergerak, mengambil minyak kayu putih, dan mulai memijat punggung MR yang dalam keadaan tengkurap. Ini adalah keintiman lain untuk meredakan rasa sakit.

IF kemudian berbaring juga, memilih untuk berada di dekat MR sambil terus berbicara. Tapi suasana mulai berubah. MR membuka pakaiannya, menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang mulai terlihat. Gelisah. Tidak tenang.

Dia masih mengajak IF untuk berhubungan intim, tetapi IF melihat sesuatu yang mengkhawatirkan. MR tidak merespons seperti biasanya. Ada yang tidak beres.

3. Sinyal Bahaya yang Terlambat Disadari

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

"Istirahat saja," saran IF, mencoba menenangkan. Tapi MR justru bangun, duduk di tepi tempat tidur seolah-olah energi aneh mendorongnya untuk bergerak.

Beberapa saat kemudian, dalam sekejap mata, MR terjatuh dari tempat tidur ke lantai. Tubuhnya tidak sadarkan diri. IF terkejut, panik. Ia menyalakan lampu dengan cepat, meninggalkan tempat tidur, dan berlari keluar mencari petugas keamanan wisma.

Upaya penyelamatan dimulai. Mereka membawa MR ke Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dengan harapan dokter bisa berbuat sesuatu. Namun ketika sampai, sudah terlambat. Nyawa MR tidak tertolong. Pukul 23.00 Wita, dia dinyatakan meninggal dunia.

Tim Inafis memperkirakan MR telah meninggal sekitar dua jam sebelum dibawa ke rumah sakit. Artinya, pada saat ia terjatuh, mungkin sudah terlalu akhir. Penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil visum, pemeriksaan medis, dan investigasi lebih lanjut dari kepolisian.

Iptu Dani dari Kanit Reskrim Polsek Panakukang membenarkan peristiwa itu telah terjadi. Polisi masih dalam tahap penyelidikan, menunggu dokumen lengkap untuk memahami apa yang benar-benar menyebabkan seorang pria berusia 47 tahun tiba-tiba meninggal di sebuah kamar wisma pada Minggu malam itu.

Sementara itu, IF harus hidup dengan kenangan terakhirnya bersama MR, momen-momen yang dimulai dengan rencana sederhana namun berakhir dengan tragedi yang tak terduga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article