Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PPIH Embarkasi Makassar Siap Layani 16.750 Anggota Jemaah Haji
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar tahun 1447 H/2026 M siap melayani jemaah haji. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
  • PPIH Embarkasi Makassar resmi dilantik dan siap melayani 16.750 jemaah haji dari delapan provinsi Indonesia Timur dengan fokus pada kelancaran, kesehatan, dan kenyamanan jemaah.
  • Struktur kepengurusan dipimpin Ikbal Ismail bersama pejabat lintas instansi, didukung 18 petugas bidang yang mulai bertugas 21 April hingga pemulangan jemaah pada 1 Juli 2026.
  • Menteri Haji dan Umrah menegaskan pentingnya pelayanan cepat, tepat, dan humanis serta koordinasi solid agar jemaah merasa aman dan mendapat pengalaman ibadah terbaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang mau pergi haji dari Indonesia Timur. Ada 16.750 orang yang akan berangkat lewat Makassar. Menteri Haji bernama Pak Irfan melantik para petugas yang akan bantu mereka. Petugasnya banyak dan sudah siap kerja mulai April sampai Juli. Mereka latihan kasih makan di pesawat dan disuruh ramah sama semua jemaah supaya semua senang dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi 1447 H/2026 M resmi dilantik secara daring oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dari Asrama Haji Kelas I Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026). Pelantikan ini menjadi penanda kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah haji Indonesia.

Khusus PPIH Embarkasi Makassar, prosesi pengukuhan digelar di Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang Makassar. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan meal test konsumsi jemaah haji di pesawat sebagai bagian dari simulasi pelayanan.

1. Layani 16.750 jemaah dari Indonesia Timur

Asrama Haji Sudiang Makassar jadi pintu keberangkatan dan kepulangan jemaah haji asal delapan provinsi di wilayah Indonesia Timur. (Dok. Kemenag Sulsel)

PPIH Embarkasi Makassar akan melayani sebanyak 16.750 calon jemaah haji. Para jemaah ini berasal dari delapan provinsi di kawasan Indonesia Timur yang menjadikan Makassar sebagai titik keberangkatan utama.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban oleh PPIH Embarkasi Makassar. Selain memastikan kelancaran keberangkatan, petugas juga harus menjamin aspek kesehatan, konsumsi, hingga kenyamanan jemaah selama proses embarkasi.

2. Susunan kepengurusan PPIH Embarkasi Makassar

Petugas membantu Jamaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Makassar yang tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/5/2024). ANTARA FOTO/Arnas Padda/aww.

Kepengurusan PPIH Embarkasi Makassar dipimpin oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, sebagai Ketua. Ia didampingi sejumlah pejabat daerah lintas instansi untuk memperkuat koordinasi. Di antaranya, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid sebagai Ketua I, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulsel Andi Munawir sebagai Ketua II, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Evi Mustikawati Arifin sebagai Ketua III. Posisi sekretaris diemban oleh Asa Afif Bahri.

Dalam pelaksanaannya, struktur ini akan didukung oleh 18 petugas yang menempati posisi kepala dan wakil bidang. Mereka dijadwalkan mulai bertugas pada 21 April 2026 hingga pemulangan jemaah pada 1 Juli 2026.

3. Menteri tekankan pelayanan cepat dan humanis

Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf dalam pembukaan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026) Dok. Media Center Haji

Dalam sambutannya, Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar untuk memberikan pelayanan terbaik.

Menurutnya, pelayanan kepada jemaah harus dilakukan secara sepenuh hati, cepat, tepat, dan humanis. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi yang solid agar tidak terjadi perbedaan informasi di lapangan.

“Jangan sampai jemaah menerima informasi yang berbeda-beda atau menghadapi koordinasi yang tidak sinkron. Petugas harus menjadi pihak pertama yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jemaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan masa tugas petugas haji selama satu hingga dua bulan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan kualitas pelayanan. Dengan kesiapan ini, diharapkan seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi jemaah Indonesia.

Editorial Team