Barang bukti kasus geng motor brutal di Makassar, Selasa (12/5/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Setelah berkumpul, komplotan tersebut kembali mendatangi lokasi kejadian dan langsung menyerang orang-orang yang berada di sekitar tempat itu.
“Ketika sampai di lokasi, ada orang di situ, itulah yang diserang. Jadi memang sudah ada dendam sebelumnya,” imbuh Arya.
Meski demikian, polisi menduga korban kemungkinan bukan target utama dan menjadi salah sasaran dalam aksi balas dendam tersebut. Menurut Arya, pelaku hanya mengingat lokasi saat dirinya merasa diancam, namun tidak mengenali secara pasti orang yang disebut hendak membusurnya.
“Dia lewat situ hanya mendengar ada yang mau membusur. Karena malam hari dan situasinya cepat, belum tentu dia tahu pasti siapa orangnya,” jelasnya.
Polisi kini masih mendalami apakah korban memang menjadi target para pelaku atau hanya berada di lokasi saat penyerangan berlangsung. Namun, dipastikan aksi tersebut dilakukan setelah pelaku merasa tersinggung dan kembali ke lokasi bersama kelompoknya untuk melakukan pembalasan.
“Yang jelas, dia merasa ada yang mengancam dia dengan panah busur, lalu dia kembali ajak teman-temannya ke situ karena tahu lokasi kejadiannya,” tandasnya.