Pelaku pengiriman paket 65 butir amunisi tujuan Semarang (Dok. Humas Polsek Kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin)
Identitas asli pengirim baru terungkap setelah polisi memeriksa rekaman CCTV di kantor J&T Express Manggala. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria datang mengirim paket pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 16.39 WITA dengan mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max merah.
“Dari hasil CCTV dan keterangan saksi, memang terlihat yang bersangkutan datang sendiri mengirim paket tersebut,” jelas Ridwan.
Setelah identitasnya dipastikan, polisi mendatangi rumah MIA di kawasan Perumahan Bukit Baruga Antang, Kecamatan Manggala. Pihak keluarga pun diajak berkoordinasi sebelum MIA dibawa ke Polres Maros untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, MIA mengakui bahwa paket tersebut berisi 65 butir amunisi kaliber 7,62. Namun, ia berdalih amunisi itu sudah tidak aktif karena tidak mengandung bubuk mesiu dan dijual hanya sebagai aksesoris.
“Pengakuannya, amunisi itu dijual sebagai aksesoris. Penggunaan identitas palsu dilakukan supaya paket tersebut bisa lolos pengiriman,” ungkap Ridwan.