Rekaman CCTV saat Dewa, korban penculikan dan pembunuhan, dijemput di depan sebuah minimarket di Makassar, Minggu petang (8/1/2023). (Dok. IDN Times/Istimewa)
M Fadli Sadewa, bocah berusia 11 tahun, dilaporkan hilang setelah dijemput orang tak dikenal di Jalan Batua Raya, Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu (8/1/2023). Dua hari berselang, mayatnya ditemukan di sekitar Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros.
Belakangan polisi menangkap dua remaja, AD dan AF, sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan Dewa. Kepada polisi, pelaku mengaku nekat membunuh tergiur iklan jual-beli organ tubuh yang dia dapatkan di internet.
Sebelumnya Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengatakan penculikan dan pembunuhan bocah Dewa dipicu konsumsi konten internet negatif. Kaporestabes menegaskan bahwa dua pelaku tidak punya serta tidak terlibat jaringan penjualan organ tubuh manusia.
Menurut Budhi, kejadian itu juga dipicu latar belakang ekonomi. Dua pelaku yang masih remaja disebut ingin membuktikan kepada orang tuanya bisa mencari uang. "Makanya dilakukan perbuatan tersebut. Perkara ini bukan jaringan penjualan organ tubuh, melainkan karena mengkonsumsi konten internet negatif, sehingga dipraktikkan," ucap Budhi pada konferensi pers, Selasa (10/1/2023).
Indikasi dua pelaku tidak terkait jaringan penjualan organ tubuh adalah mereka tidak tahu mayat korban diapakan. Mereka juga tidak tahu siapa yang bisa membeli, meski korbannya sudah tewas.
"Makanya sempat kebingungan ketika korban sudah meninggal, mau diapai ini. Makanya dibuang," kata Kapolrestabes.