Peti jenazah mahasiswa Unima berinisial EM dibawa ke kapal untuk disemayamkan di kampung halaman di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. IDNTimes/Savi
Dalam penyelidikan, penyidik juga menemukan 3 tulisan milik korban. Pertama adalah laporan pelecehan yang dialaminya kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, serta 2 jurnal harian korban.
"Dalam tulisan tersebut korban mengatakan ada masalah dalam dirinya dan berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar semangat kuliah. Ia juga sempat menyinggung bagi siapapun yang ingin berziarah ke kuburannya ketika ia meninggal nanti jangan menggunakan pakaian berwarna pink," jelas Suryadi.
Saat ini, Polda Sulut juga masih menunggu hasil uji laboratorium forensi Bidlabfor Polda Sulut. Beberapa sampel yang diperiksa adalah isi lambung, sampel hapusan vagina, tulisan korban, hingga DNA.
--
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Dalam keadaan darurat, berikut ini nomor kontak yang dapat dihubungi.
Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Telp. 021-8514389 Website: http://www.skizofrenia.org/
LSM Jangan Bunuh Diri || Telp 021-0696 9293.