Makassar, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menanggapi soal aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang menolak pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di dalam kampus.
Nanik menegaskan bahwa hal itu bukanlah kewajiban sehingga BGN tidak memaksa setiap kampus untuk membangun SPPG.
"Bukan penolakan bahasanya jangan vulgar. Mereka hanya mengatakan kami enggak mau membangun kan enggak apa-apa. Kalau ada yang mau membangun juga syukur ya kan ini kan kesadaran masing-masing, kan enggak wajib," ujar Nanik usai kegiatan BGN Goes To Campus di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa (5/5/2026).
Begitupun, lanjut Nanik, BGN tidak mempersoalkan jika ada perguruan tinggi yang tidak mau dikunjungi dalam program BGN Goes To Campus. Ia mengaku sama sekali tidak ada paksaan.
"Kami juga sebaliknya, aku enggak mau didatengin sama BGN, ya, tidak apa-apa. Wong penerima manfaat juga enggak mau terima juga enggak kita paksa. Jadi enggak ada paksaan," tuturnya.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menolak rencana pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus. Kebijakan itu dinilai tidak tepat sasaran bagi perguruan tinggi.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan menilai, pembentukan SPPG di kampus adalah kesalahan pemerintah dalam menentukan prioritas.
“BEM se-UI menolak pendirian SPPG di kampus dan menganggap itu adalah kesalahan dalam menentukan prioritas karena sekarang biaya pendidikan masih mahal, kesejahteraan dosen dan tendik masih rendah, dan fasilitas pendukung pendidikan baik akademik maupun nonakademik masih stagnan,” kata Athof kepada IDN Times, Senin (4/5/2026).
