Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polda Sulsel Siagakan 5.268 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
Polisi bersiaga lewat Operasi Ketupat 2026 jelang hari raya Idul Fitri. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
  • Polda Sulsel menyiagakan 5.268 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait untuk Operasi Ketupat 2026 demi mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri di Sulawesi Selatan.
  • Operasi Ketupat 2026 berlangsung nasional selama 13 hari, melibatkan lebih dari 161 ribu personel serta ribuan pos pengamanan dan pelayanan guna menjaga kelancaran dan keamanan masyarakat.
  • Polisi diminta mendata rumah kosong pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi agar masyarakat merasa aman selama libur Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bapak polisi dan tentara di Sulawesi Selatan mau jaga orang yang mudik Lebaran. Ada banyak sekali, lebih dari lima ribu orang. Mereka bikin pos-pos supaya jalan aman dan orang senang pulang kampung. Kapolda bilang semua harus kerja baik dan bantu orang. Polisi juga catat rumah kosong dan jaga motor biar aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyiagakan sebanyak 5.268 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Sulawesi Selatan. Ribuan personel tersebut akan bertugas dalam Operasi Ketupat 2026 yang digelar selama masa libur Lebaran.

Personel pengamanan berasal dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, Basarnas, hingga BMKG. Mereka akan ditempatkan di berbagai pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Operasi dibuka lewat apel gelar pasukan di Kantor Polda Sulsel, Kamis (12/3/2026). Apel dipimpin oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dan diikuti personel gabungan dari berbagai instansi.

1. Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari

Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat-2026" di Kantor Polda Sulsel, Kamis (12/3/2026). (Dok. Polda Sulsel)

Pengamanan mudik tersebut merupakan bagian dari Operasi Kepolisian Terpusat Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Secara nasional, sebanyak 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait dikerahkan untuk mendukung pengamanan Lebaran.

Untuk mendukung kelancaran operasi, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat informasi, pelayanan, dan pengamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Pengamanan juga difokuskan pada sekitar 185 ribu objek, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

2. Di Sulsel disiapkan 108 pos pengamanan

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, saat memberi keterangan pers terkait kasus pembunuhan Bripda Dirja Pratama, Kamis (26/2/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, sebanyak 5.268 personel gabungan disiagakan selama Operasi Ketupat 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait lainnya.

Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di 108 pos yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Pos tersebut terdiri dari 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.

“Saya berharap seluruh personel mempedomani serta mensosialisasikan pelaksanaan operasi ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik di lapangan,” ujarnya.

3. Polisi diminta data rumah kosong dan siapkan penitipan kendaraan

Ilustrasi polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Selama masa mudik, personel di lapangan juga diminta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik.

Selain itu, kepolisian akan menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor polisi guna meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang meninggalkan rumah saat Lebaran.

“Pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas hingga penerapan rekayasa lalu lintas. Optimalkan pula layanan Kepolisian 110 agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bantuan,” tegas Kapolda.

Editorial Team