Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Briefing tim SAR gabungan di Kantor Basarnas Makassar, dalam rangka pencarian pesawat Indonesia Air, yang hilang kontak di kawasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)
Briefing tim SAR gabungan di Kantor Basarnas Makassar, dalam rangka pencarian pesawat Indonesia Air, yang hilang kontak di kawasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)

Makassar, IDN Times - Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian pesawat yang mengalami lost contact di wilayah Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Pesawat yang sedang dalam rute Yogyakarta–Makassar membawa 10 orang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menerima laporan awal dari MATCS Makassar pada pukul 13.20 WITA. Laporan itu menyebutkan koordinat terakhir pesawat berada di 04°57’08” LS - 119°42’54” BT, sekitar 23 kilometer dari KPP Makassar dengan heading 54 derajat Timur Laut.

Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue diberangkatkan pukul 13.35 WITA menggunakan truk personel dan peralatan SAR pendukung. Estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 14.35 WITA.

1. Berbagai unsur dan alutsista dikerahkan

Tim SAR gabungan dikerahkan untuk cari serpihan pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di Bulusaraung, Maros, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Basarnas)

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Kodam XIV/Hasanuddin, TNI AU, Polri, AirNav, BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Beberapa alutsista dikerahkan, di antaranya dua unit truk personel, satu helikopter Caracal, kendaraan rescue, dan command vehicle.

Cuaca di lokasi saat kejadian dilaporkan berawan, dengan suhu berkisar antara 18-34 derajat Celsius. Tidak ada peringatan dini terkait cuaca ekstrem pada saat itu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan detail operasi yang tengah berlangsung. Dia menekankan bahwa pencarian dijalankan secara maksimal dan terpadu melibatkan seluruh unsur terkait.

“Begitu menerima informasi adanya pesawat yang lost contact, kami langsung mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada. Operasi ini dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Prioritas kami adalah menemukan lokasi kejadian secepat mungkin dan memastikan seluruh proses pencarian berjalan efektif serta aman," kata Arif.

2. Tim SAR terima informasi masyarakat soal lokasi serpihan pesawat

Serpihan yang diduga pesawat Indonesia Air Transport PK-THT yang hilang kontak di Bulusaraung, Maros, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Basarnas)

Tim SAR juga menerima laporan dari masyarakat bahwa terdengar suara dentuman di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, serta muncul asap dari lereng Gunung Bulusaraung. Informasi tambahan menyebutkan serpihan pesawat ditemukan di rumah Kepala Dusun Balocci, Gunung Bulusaraung, yang sedang diverifikasi oleh tim SAR.

“Kami juga menerima informasi bahwa tim sudah mendekati lereng Gunung Bulusaraung, karena ada informasi bahwa serpihan pesawat telah berada di Rumah Kepala Dusun Balocci, Gunung Bulusaraung untuk mengecek kebenarannya," kata Arif.

3. Pencarian pesawat di Gunung Bulusaraung terhambat ELT mati

(Ilustrasi pesawat) IDN Times/Arief Rahmat

Inspektur Kodau, Marsma TNI Feri Yunaldi, juga menjelaskan bahwa tim terus memantau kondisi cuaca di lokasi. Dia menuturkan jika cuaca memungkinkan, maka pencarian akan dijalankan dari atas lereng gunung.

"Jika cuaca memungkinkan maka kami akan lakukan pencarian dari atas lereng. Rencana selanjutnya, jika dilakukan evakuasi yaitu ke RS TNI AU, Dody Sardjoto." kata Feri. 

Sementara itu, tim SAR gabungan menghadapi kendala di lapangan karena ELT (Emergency Location Transmitter) tidak menyala. Hal ini membuat tim kesulitan untuk menentukan titik lokasi pesawat dengan tepat.

"Namun crew heli akan melakukan pencarian dari atas lereng gunung Bulusaraung," tegasnya.

Adapun media center untuk operasi SAR ditempatkan di Kantor Divisi, samping Pengendapan Taksi Bandara Makassar. Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian masih berlangsung dan pihak Basarnas akan terus memberikan informasi resmi sesuai perkembangan di lapangan.

Editorial Team