Makassar, IDN Times - Persoalan agraria masih mendominasi aduan masyarakat ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan sepanjang 2025. Dari total 827 akses masyarakat yang diterima, laporan terkait agraria menempati posisi tertinggi dengan porsi 32 persen.
Kepala Ombudsman RI Sulsel, Ismu Iskandar, menyampaikan sepanjang 2025 lembaganya menerima 376 laporan masyarakat, 250 konsultasi nonlaporan, 28 respon cepat, empat investigasi atas prakarsa sendiri, serta 169 tembusan laporan. Namun berdasarkan klasifikasinya, substansi agraria menempati urutan teratas laporan masyarakat.
Selain agraria, substansi laporan lain yang cukup dominan berasal dari sektor kepegawaian sebesar 13 persen, hak sipil dan politik 12 persen, pendidikan 8 persen, serta kepolisian 6 persen. Lima substansi tersebut menyumbang 71 persen total laporan masyarakat.
"Agraria masih menempati posisi tertinggi, 32 persen, dan disusul kepegawaian, hak sipil politik, pendidikan, kemudian kepolisian serta subtansi-subtansi lainnya yang berada di bawah ini," kata Ismu dalam kegiatan Ngopi Boss di Kantor Ombudsman RI Sulsel, Selasa (3/2/2026).
